Mar 1, 2017

Protozoa ( protista yang menyerupai hewan)

Protozoa

* Berukuran mikroskopis
* Bentuk sel ada yang tetap ada yang berubah-ubah.
* protozoa memiliki dua inti yaitu makronukleus untuk perpindahan dan mikronukleus untuk pembelahan (berkembangbiak). Pembelahan berupa pembelahan binary yang membelah dua dengan mengkopi DNA sama besar.
* alat gerak(motil) berupa pseudopodia (kaki semu, silia/bulu getar, flagellum/bulu cambuk) beberapa memiliki cangkang.
* hidup secara heterotrof yang memangsa bakteri dan protista lain dan sampah organisme.
* habitat di air laut lebih banyak dari air tawar. Hidup secara soliter atau berkoloni.
* reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Secara seksual dengan penyatuan sel gamet.

Klasifikasi protozoa berdasarkan alat gerak.

* rhizopoda (sarcodina) contohnya amoeba yaitu sel berukuran besar yang dikelilingi oleh membran.bergerak melaui kaki semu.
* ciliata.
* martigophora (flagellata)   contohnya euglena sp.
* sporozoa (tidak punya alat gerak).

Protista

Protista

Ciri-ciri protista

√ Eukariotik, uniseluler
√ memiliki dinding sel dan klorofil pada beberapa spesies.
√ heterotrof maupun autotrof.
√ dapat bergerak untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidup.

Contoh protista :

1. Tripanosoma.
2. Paramecium (ciliata).
3. Euglena (flagel)
4. Plankton ( organisme yang melayang di air)  dibagi dua zooplankton (hewan), fitoplankton (tumbuhan).

Kingdom protista dibagi dua :
1. Protozoa (menyerupai hewan).
2. Ganggang (menyerupai tumbuhan).

Evolusi (kejadian analogi dan homologi)


Taxon (taxonomy category)
Takson merupakan kelompok atau tingkatan organisme dalam hirarki taksonomi.

Kejadian analogi : struktur beda dengan fungsi sama. Yang dihasilkan dari evolusi konvergen (sepintas sama).

Kejadian homologi : asal struktur sama tapi digunakan untuk fungsi berbeda. Dihasilkan oleh evolusi divergen (ciri-ciri yang tidak dimiliki oleh nenek moyang).

Bukti hubungan kekerabatan secara evolusi :

1. Bukti antatomi perbandingan.
Homologi---> evolusi divergen
Analogi---> evolusi konvergen

Phylogeny (kekerabatan) : kesamaan suatu spesies.

Ontogeny : pengelompokan berdasarkan asal-usul dari adanya zigot.

2. Bukti-bukti Ultrastruktur perbandingan

3. Perkembangan perbandingan.

Istilah-istilah 

Kladogram : diagram yang menujukan kekerabatan.

Segmentasi -> struktur tubuh terdiri dari beberapa segmen.

Skeleton -> rangka

Heterotrof -> organisme yang menggunakan materi organik mahluk hidup lain sebagai bahan baku makanan.

Klasifikasi hewan secara umum :
√ dibedakan kingdom protista dengan kingdom animalia.
√ kingdom protista meliputi fillum protozoa yaitu kelompok hewan uniseluler.

Evolusi


Taxon (taxonomy category)
Takson merupakan kelompok atau tingkatan organisme dalam hirarki taksonomi.

Kejadian analogi : struktur beda dengan fungsi sama. Yang dihasilkan dari evolusi konvergen (sepintas sama).

Kejadian homologi : asal struktur sama tapi digunakan untuk fungsi berbeda. Dihasilkan oleh evolusi divergen.

Apa itu Taksonomi hewan?

Taksonomi hewan

Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan (klasifikasi) dan tatanama (nomen clature) suatu organisme.

Klasifikasi merupakan sistem yang mengatur pengelompokan organisme sesuai kaidah-kaidah yang berlaku dan diatur oleh lembaga taksonomi internasional.

Binomial nomen clature.
Diusulkan oleh Carolus Linnaeus pada abad ke 18. Beliau adalah seorang botanis dari swedia yang mengembangkan penamaan suatu organisme.

Feb 27, 2017

Gambar ikan

Sistem pencernaan dan urogenitalis pada hewan.

Pencernaan pada ikan meliputi :
Mulut
Kantung empedu
Lambung
Pankreas
Usus
Anus

Pencernaan pada katak :
Oesophagus
Ventrikulus
Duodenum
Pankreas
Hepar
Jejenum dan ileum
Rectum
Kloaka

Sistem urogenitalis

Pada katak
Korpus adiposum
Testis
Vena cava posterior
Vase averentia
Ren
Aorta dorsalis
Ureter
Vesica urinaria
Kloaka

Pada ikan mas
Ostium
Corpus adiposum
Vena cava posterior
Ovarium
Ren
Oviduct
Uterus
Vesica urinaria
Kloaka

Feb 25, 2017

laporan praktikum Asosiasi antara dua jenis



Contoh Laporan EKOLOGI 

Asosiasi antara dua jenis

Pendahuluan
1.1 latar belakang
Pada dasarnya pada praktikum ekologi ini bertujuan untuk menentukan adanya asosiasi dua jenis tumbuhan. Seperti yang kita ketahui keberadaan dua jenis tumbuhan bersama-sama (coexistence) secara berulang – ulang di banyak tempat dalam satu komunitas tumbuhan diduga adanya assosiasi diantara kedua jenis tumbuhan tersebut. Asosiasi ini dapat berupa kompetensi mutualisme, komensalisme dan lain lain. Untuk mengetahhui apakah benar ada sebuah asosiasi antara dua jenis tumbuhan  maka dilakukanlah praktikum ekologi untuk mengetahui adanya asosiasi antara dua jenis tumbuhan.
1.2 tujuan
Untuk menentukan adanya asosiasi antara dua jenis tumbuhan.
1.3 dasar teori
Keberadaan dua jenis tumbuhan yang sama (coexistence) secara berulang – ulang di banyak tempat dalam satu komunitas tumbuhan diduga adanya assosiasi diantara kedua jenis tumbuhan tersebut. Asosiasi ini dapat berupa kompetensi mutualisme, komensalisme dan lain lain. untuk mengetahui adanya asosiasi antara dua jenis tumbuhan atau tidak digunakan metode countigency 2x2.
Alat dan bahan
Alat yang digunakan adalah
Meteran, ajir, tali plastik, buku, pulpen dan penggaris.

Metode kerja
Dibuatlah sejumlah petak contoh pada areal vegetasi yang akan diamati. Dicatat setiap jenis – jenis tumbuhan yang akan diamai pada setiap petak contoh.


Data pengamatan
Jenis tumbuhan
Plot
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
A
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
B
15
-
8
-
12
-
-
-
-
-
C
2
1
-
3
-
-
-
-
-
-
D
1
-
3
-
-
-
2
-
-
-
E
-
4
-
-
-
-
-
-
4
3
F
-
3
-
-
-
-
-
8
1
5

Keterangan:
Jenis A : Urena lobata
Jenis B: Coplimenus
Jenis C: Leptapis
Jenis D: Piper Adutum
Jenis E: Harendong
Jenis F: Selaginela
Tabel interaksi
Jenis
Interaksi/asosiasi
Nilai x2
A-B
+
0.21
C-D
+
0.77
E-F
+
3.35
D-E
+
0.36
A-F
+
0.04

Pembahasan
Dari data pengamatan jenis tumbuhan mulai dari spesies A sampai dengan F yang kami amati dari 10 plot terdapat asosiasi diantara dua jenis tubuhan. Hal terseebut terlihat dari nilai hasil Xyang kami hitung. Hasil hitungan tersebut menunjukan terdapatnya asosiasi antara dua jenis tumbuhan tersebut. Pada jenis tumbuhan A-B  memiliki Xhitung 0,21 yang menunjukan tumbuhan A-B terdapat interaksi positif atau terdapat asosiasi.
Perhitungan A-B sebagai berikut :
X =  n ( (ad-bc) – (n/2) )/ (a+c) x (b+d) x (a+b) x (c+d)
      = 10 ( ( 1x7 – 0 ) – (10/2) )/ 1x9x3x7
      = 10 (7-5)/ 189
      =  40/189
         =  0,21
Xhitung < dari Xtabel 3,84 sehingga pada jenis tumbuhan A-B terdapat asosiasi dengan nilai Xhitung 0,21.
Pada jenis tumbuhan C-D memiliki X2  hitung 0,77 yang menunjukan bahwa pada tumbuhan A dan D terdapat interaksi sama seperti pada tanaman A-B.
X =  n ( (ad-bc) – (n/2) )/ (a+c) x (b+d) x (a+b) x (c+d)
      = 250/324 = 0,77
Kesimpulan
Dari ata pengamatan dan pembahasan dapat kita simpulkan bahwa pada jenis tumbuhan jenis A-F terdapat asosiasi. Hal tersebut diperkuat dengan terbuktinya nilai X2 hitung yang didapat dari hitungan antara dua jenis tumbuhan. Nilai X2 hitung yang lebih kecil dari X2 tabel menunjukan bahwa interaksi A-B, E-F, D-E A-F.  Terdapat asosiasi dengan nilai Xhitung < dari Xtabel 3,84.

Daftar pustaka
Odum, E. 1993. Dasar Dasar Ekologi. Gadjah Mada University. Yogyakarta
Buku Penuntun Praktikum Ekologi Universitas Pakuan 

metode countigency 2x2.


cara menghitung X2 ( asosiasi antara dua jenis tumbuhan)


Data analisis
Jenis
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
A
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
B
15
-
8
-
12
-
-
-
-
-

Jenis B
Jenis A
jumlah
ada
Tidak ada
ada
1  A
 2  B
 3 A + B
Tidak ada
 0 C
 7 D
  7 C + D
jumlah
1  A+C
 9 B+D
A+B+C+D = n

Keterangan a =1, b =2, c=0, d=7
X =  n ( (ad-b)l – (n/2) )/ (a+c) x (b+d) x (a+b) x (c+d)
        = 10 ( 1x7) -  (10/2) )/  1x9x3x7
        =  10 (7-5)2 / 189  = 10x 4/189
        = 40/189  = 0,21
Xtabel = 3,84, X2  hitung < X2  tabel H0 diterima.
H0= tidak ada assosiasi. Terima H0 bila X2  hitung < X2  tabel.


Entri yang Diunggulkan

Lirik lagu FREE OST KPOP DEMON Hunter's

  FREE LIRIK LAGU   I tried to hide but something brokel  I tried to sing, couldn't hit the notes The words kept catching in my throat I...