Feb 12, 2024

CIPER ELISA DAN LEON

 

Pada awalnya, aku selalu bertanya-tanya...

Apakah itu cinta?
Lalu... Mengapa seseorang bisa jatuh cinta?

Membagi perasaan dengan orang lain, bukankah itu sangat merepotkan?!.

💓💓💓

Hingga pada akhirnya, hal merepotkan itu menyapa diriku dengan senyuman indahnya.

Aris...
Itulah panggilan akrab dirinya. Seseorang yang pernah membuat diriku mengalami hal merepotkan dalam hatiku.

Dia adalah lelaki pertama yang mampu membuat diriku merasakan berjuta rasa di hatiku.

Dia adalah teman satu SMAku, yang tanpa aku sadari berhasil masuk kedalam pintu tak terjamah dalam diriku.

•••

Untuk seorang gadis sepertiku, dicintai seseorang adalah hal yang baru bagiku. Pasalnya tak satupun aku mengerti apa itu rasanya cinta.

Dulu sekali, aku pernah melihat temanku yang berkata dia menyukai seorang lelaki. Dia adalah kakak kelasku, aku pun tak tau yang seperti demikian itu dinamakan cinta. Yah tentu saja, karena saat itu aku masih bocah kelas 5 SD yang tak tau itu cinta. Boro-boro cinta, suka sama temen cowok juga gak ada. Yang ada hanyalah saat terindah saat bermain kejar-kejaran bareng sama main kelereng bareng.

Dan kini aku sudah memasuki usia remaja. Sekarang aku sudah menjadi siswi kelas 10 SMA. aku kira, mungkin kini saatnya aku sudah mulai merasakan itu. Apa yang selalu orang lain bilang "cinta".

 

💚💚💚 ELISA DAN LEON 💚💚💚


SEKOLAH, Lapangan FUTSAL.

"Elisa, Maukah kau menjadi pacarku?"

Kata pertama yang ingin aku dengar di masa SMA-ku akhirnya datang juga. Seseorang saat ini menyatakan cintanya padaku.

Hal yang ingin aku rasakan akhirnya tiba juga, tapi dia bukanlah seseorang yang aku harapkan itu.

Meski demikian, ntah apakah karena keegoisanku atau karena tidak enak padanya aku akhirnya menerima perasaanya itu.

Kami pun jadian disaksikan oleh teman-teman ekskul futsal saat itu. Rasanya malu sih.. tapi, aku tak bisa mengabaikan kesungguhannya. Meski yang aku sukai bukanlah dia melainkan temannya.

Namun dua hari yang lalu aku mengetahui bahwa temanku Seli menyukai orang yang kusukai juga. Oleh karena itu, aku akan memendam perasaan ini. Akan aku berikan hatiku pada Leon, lelaki yang menyatakan perasaannya padaku saat ini.

Aku.. akan melupakan Aris, cinta pertamaku saat aku memasuki SMA ini. Lelaki yang mengajariku menyukai seseorang. Lelaki yang juga tak bisa aku miliki hatinya.

•••

LAPANGAN PERTANDINGAN FOOTSAL

Tak terasa satu Minggu telah berlalu, kini rutinitasku menonton tanding futsal bukan lagi hanya untuk menyemangati tim sekolah kami. Namun, menyemangati pacarku Leon. Dia adalah salah satu striker tim futsal SMA Garuda. Dia cukup terkenal di ekskul futsal hingga ada banyak gadis yang sengaja melihatnya bermain. Yah meski tidak semuanya sih, karena tim futsal kami memang lumayan tinggi dan tampan. Salah satunya adalah Aris yang merupakan Ace tim Garuda. Tak ayal banyak gadis-gadis yang tergila-gila dengannya, termasuk temanku Seli.

"Ahhhhh arisss keren banget... Ayooo semuanyaaa semangattt buat tim SMA Garuda!" teriak Seli antusias menyemangati Aris dan tim futsal SMA Garuda yang sedang bertanding.

"Yeahhhh goallll...

Kereeennn... Teruskan semuanyaaa

Aris.. Aris.. Aris..

Leon.. Leon..Leon."

Sorak Sorai penonton memenuhi lapangan indoor yang sedang berlangsung pertandingan di menit terakhir. Bersamaan bunyi peluit tanda pertandingan berakhir, SMA Garuda menang dengan perolehan 4-2 melawan SMA rajawali.

•••

WARUNG YANG TAK JAUH DARI LAPANGAN FUTSAL

Usai pertandingan kami merayakan kemenangan tim Garuda di warung dekat tempat kami menonton kejuaraan futsal.

"Yeayy... bersulang buat tim Garuda," ujar Seli sembari mengangkat botolnya.

"Hey, kita kan hanya minum teh botolan aja kali. Gak usah pake kata bersulang segala kaya minum beer aja," celetuk Bima yang sedikit parno dengan kata-kata bersulang.

Maklum, Bima adalah salah satu anak OSIS dari kelas satu angkatanku yang harus selalu menjaga tatakrama di setiap dia berada (melihat ke arah Bima).

"Ssst, tenang aja Bim. Itu hanya perumpamaan aja ko. Jadi dibuat santai aja oke," balas Aris yang mengadukan botol minumanya pada Bima sambil tersenyum.

"Akh, kau benar (mendadak berubah pikiran), ayo bersulang atas kemenangan kita semuanyaaa." akhirnya Bima pun ikut andil bersulang bersama dan yang lainya setelah perkataan Aris yang mencairkan suasana.

Yah, memang seperti itulah dirinya. Tak pernah ambil pusing tentang segala hal. Bebas, tapi juga bertanggung jawab.

Aku kemudian tersenyum, menyaksikan kemeriahan perayaan yang sedang berlangsung. Hingga akhirnya suasana itu berakhir saat pemilik warung mengingatkan kami untuk tidak menganggu pengunjung lainnya dan kami pun bubar dikarenakan hari sudah sore.

•••

Untuk sesaat aku sempat terkaget. Leon menggenggam tanganku saat kami menyebrang jalan ketika hendak pulang menunggu angkutan umum usai pertandingan. Tidak biasanya dia tidak membawa motor, hingga kami memutuskan untuk pulang bersama karena arah rumah yang kebetulan searah.

Dia memang bukan lelaki yang hatiku harapkan. Namun.. aku bersyukur, dia adalah lelaki yang ada di sampingku saat ini. Tangannya yang hangat dan besar menggenggam tanganku hingga aku merasa nyaman didekatnya. Tanpa aku sadari, aku mulai menyukainya. Lelaki dengan kaus hitam ini yang sedang terduduk di sebelahku. Kekasihku saat ini, "Leon Rizaldi Kusuma".

Awalnya... Aku kira hubungan kami akan baik-baik saja. Baik sekarang, esok, maupun nanti sampai berbulan-bulan bahkan tahun selanjutnya. Ternyata, aku salah besar dalam menilai suatu keadaan yang kualami.

Tanpa aku sadari, aku mulai bosan dengan hari-hari yang aku lalui di sekolah. Apalagi dengan kegiatan yang itu-itu saja. Ditambah lagi nilai-nilaiku turun drastis karena banyak sebab. Aku bahkan kena omel orangtuaku saat mengambil rapor semester  Minggu lalu.

Untuk itulah hari ini aku putuskan mengelola jadwalku agar tidak keteteran nanti. Berbeda denganku, Leon tipe orang yang santai tapi sigap. Hampir semua nilai rapornya bagus-bagus, aku jadi malu terkadang bila mengetahui fakta ini. Hingga akhirnya Leon bersedia menjadi guru privatku demi memperbaiki nilaiku.

•••

Tepat pukul 14.00 Leon datang ke rumahku untuk belajar bersama. Tak lupa aku ajak Seli ikut  juga untuk sedikit memeriahkan suasana rumah. Leon juga mengajak serta temannya, tapi sayangnya Aris tak bisa datang karena ada acara di liburan sekolah bersama keluarganya.  Sehingga dia datang kemari bersama Toni yang kebetulan minta Leon untuk ikut kelas belajar dengan kami.

Aku dan Leon bagaikan langit dan bumi. Banyak hal yang bisa dia lakukan sedangkan aku tak bisa. Dia terlihat seperti lelaki yang baik dari luar. Ntah kenapa Semua tentangnya membuatku terasa bosan. Karena dia itu terlalu baik bagiku sedangkan didalam benakku, pacaran itu akan sedikit memberikan hiburan untukku. Terutama disaat kedua orangtuaku yang terlalu sibuk mengurusi urusan mereka masing-masing.

•••

Sore harinya, di rumah Elis.

"Kau terlihat lesu akhir-akhir ini El, apa terjadi sesuatu?" Tanya Leon yang membantuku mencuci piring-piring di dapur setelah yang lainnya pulang.

"Hmm, ntahlah", jawabku dengan nada lesu.

"Yaudah, mungkin kau lagi gak mood buat cerita. Lain kali bila ada sesuatu kau bilang aja padaku oke,"ujar Leon.

•••

Usai mengantar Leon di pintu gerbang aku kembali ke kamar untuk rebahan.

"Ahhhhh, lelahnya..."

Aku mengganti posisi menjadi terlentang dari tengkurap.

Mataku memandang langit-langit atap kamar dan mulai termenung Seraya mulai berfikir tentang apa yang membuat moodku buruk akhir-akhir ini.

Aku rasa... Pacaran tak seindah menonton televisi. Leon bahkan tak pernah bersikap romantis padaku. Sekalinya memegang tanganku. Dia melakukannya saat kami akan menyebrang jalan saja.

Terkadang aku sempat berpikir, benar tidak sih dia suka denganku? Meski demikian dia tetap baik padaku sih. Yah, dia bukan tipe lelaki yang kurang ajar sih. Tapi... apa karena aku kurang menarik ya? Sehingga tak ada hasrat yang timbul kepadaku. Yah, bukanya aku ingin dia bersikap kurang ajar juga sih. Rasanya, pacarku ini sedikit berbeda dengan pacar temanku.
•••

Beberapa waktu yang lalu sehari setelah pembagian rapor.

Hari itu aku, Seli, Renata dan indah hangout di mall. Lantas mereka membicarakan pacar mereka ditengah makan es krim di cafe tempat biasa mereka nongkrong.

Mulanya Seli yang curhat tentang Aris yang gak pernah respon dengan perhatian yang dia berikan. Sehingga Aku dan teman-teman yang lainnya ikut menyemangati Seli. Ada yang bilang jangan menyerah. Ada yang bilang lebih baik tinggalkan saja gebetan yang gak respon seperti itu. Hingga pada akhirnya mereka sedikit penasaran dengan Leon yang satu klub ekskul dengan Aris.

"Lalu bagaimana dengan Leon?" Tanya Renata yang mulai melirikan matanya ke arahku.

"Maksudmu?" balasku sembari menelan es krim yang sedang aku cicipi.

"Yah, Leon itu kan temennya Aris. Kira-kira gimana sikap dia memperlakukan kamu sebagai pacarnya?" Jelas Indah menambahkan.

Ditanya mendadak seperti itu aku mulai gugup menjawab pertanyaan teman-temanku saat itu. Sementara hubunganku memang hanya berjalan seperti biasanya. "Di..dia baik kok (tersenyum)," balasku dengan sedikit memutar mataku kearah lain.

"Hmm, kalo itu sih kami juga tau kali El, yang kami maksud kalian udah sampai sejauh mana?" Tanya Renata dengan penuh penasaran.

Lantas pertanyaan dari Renata ini membuat Seli dan indah ikut melihat kearahku akibat penasaran dengan hubungan kami berdua.

"Sejauh mana? ntahlah. Aku gak terlalu ngerti apa maksud kalian ini," ungkapku yang pura-pura tidak paham dengan arah pembicaraan mereka.

"Aaah, kau ini el. Sudah kuduga, Leon pasti orangnya gak romantis," ujar Renata Spontan agak menyebalkan.

"Apa maksudmu? Dia cukup romantis kok, kalian tau sendiri kan saat dia menyatakan perasaannya di depan kalian dan semua anak futsal. Bukankah itu cukup romantis." Ungkapku sedikit membanggakan sikap gentel Leon pada teman-temanku.

"Yah..yah.. kau benar dia cukup keren saat itu," Renata terdiam dan yang lainnya juga tidak banyak bicara mendengar penjelasan Elis.

"Terus, kalian sudah kissing belum?" tanya indah dengan frontalnya.

"Emang perlu ya aku jawab itu?" balasku mengalihkan pembicaraan.

"Yah, aku hanya ingin tau saja kok, karena tempo hari kami baru saja melakukanya," tandas Indah dengan pedenya.

"Hey, kau ini tidak malu apa? Kecilkan suaramu. Nanti kedengaran orang lain tau," sontak Seli membungkam bibir Indah saat itu juga.

Pernyataan indah yang tiba-tiba membuatku terkejut dan melongo kala itu. Dalam hatiku pun mulai berkata"ahh, haruskah sampai seperti itu?"  (Mendadak raut wajah  berubah menjadi merah). Hingga akhirnya Seli mengubah topik pembicaraan kala itu dengan topik yang lain untuk membuat suasana menjadi relax kembali.

•••

Malam itu aku bermimpi, berbeda dengan mimpi yang biasanya. Dulu sekali sebelum aku jadian dengan Leon. Setiap kali aku bermimpi, Aris selalu ada di sana. Namun kini Leon lah yang mengisi hatiku. Hingga mimpi malam itu Leon ada di sana.

Kau kenapa diam saja El? Aku berbuat salah kah?

Pertanyaan yang familiar diucapkan Leon kepadaku. Aku sedikit terkejut mendengar ucapan Leon seakan pernah aku dengar sebelumnya. Aku tetap membisu, tanpa menjawab pertanyaan Leon.

Namun... Tiba-tiba Leon memegang tanganku. Dia memeluk erat diriku dengan lembutnya.

Hangat, seperti ini kah rasanya pelukan itu? ungkapku dalam hati ketika dia memeluk diriku dalam mimpi itu.

Hingga pada step selanjutnya Leon hendak mengarahkan bibirnya padaku. Terdengar suara berisik yang membuat seluruh langit indah di mimpiku menjadi kabur. Sampai aku membuka mataku dan merasakan dadaku berdebar kencang. "OMG, mimpi kah?" Akhirnya aku terbangun dan bersiap untuk hari pertama kembali sekolah.

***

Aku masuk kamar mandi dan mulai menggosok gigi. Aku pandangi kaca seraya mengingat mimpi tadi malam. Wajahku mulai memerah dan aku segera menyelesaikan aktivitas mandiku itu.

Usai mandi dan berganti baju, aku berias diri serta sarapan pagi. Bergegaslah aku berangkat ke sekolah, sembari menunggu angkot yang menuju sekolah. Aku cek WhatsApp  sejenak, namun tak satupun pesan dari Leon ada di sana.

Wajahku mulai cemberut di pagi kala itu. Yah, meskipun sebenarnya aku tau bahwa Leon memang bukanlah lelaki yang romantis dan lebay yang harus selalu chat setiap saat. Namun dalam hatiku, Aku merasa ingin sekali Leon sedikit perhatian padaku, Hmmm.

Ditengah kegelisahan kala itu, tiba-tiba seseorang dengan motor hitam menghampiriku menggunakan helm hitam pula. Dengan kagetnya aku melihat Leon tersenyum padaku dengan sapaan manis di pagi hari. "Pagi El, hari ini aku bisa pinjem motor kakakku nih. Ayo naik udah mau jam 7," ujar Leon memberikan helm putih padaku.

Tanpa basa basi, aku tersenyum dan menaiki motor yang dibawa oleh Leon. "Pegang yang erat ya El hehe," ujar Leon sembari ngegas motornya. "Iya bawel," balasku sembari memegangi pinggang Leon.

"Aku tak tau akan seperti apa hubungan kami nantinya tapi aku rasa, Aku akan menikmati saja apa yang sedang aku jalani saat ini. Bahkan Meskipun tak selalu menyenangkan, Aku rasa TAK TERLALU MEMBOSANKAN JUGA," Elisa.

🍀 END 🍀

 

 

THE DEVIL MY BOYFRIEND: CHAPTER IV. Iblis Ciki

 


Pagi pun datang raja iblis dan arsil bergegas untuk berangkat kesekolah. “Yang mulia, sarapanya sudah siap. Hari ini saya memasak omlete telur dan pasta kacang. Apa sesuai dengan selera anda?”, arsil meletakan piring kudapan di meja makan. “Yaa, tak masalah buatku”, dev. “Silahkan duduk yang mulia, selamat menikmati”. “Amm, dev menyicipi masakan yang dibuat arsil. Lumayanlah. Sekarang kau pandai memasak yah arsil”. “Syukurlah, yang mulia suka”.

“Yaa, akhir-akhir ini kita bisa makan enak tanpa harus kerja lepas yah”. “Begitulah yang mulia, gaji mengajar dari finiks high school lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan kita”. “Ohh, baguslah kalo begitu. Lalu bagaimana penyelidikanmu? Apakah sudah dapat informasi mengenai bagaimana kekuatan kita agar dapat kembali?”. “Belum yang mulia, perpustakaan finiks high school sangat besar. Jadi saya belum bisa mencari informasi yang kita inginkan”. “Ohh begitu yah, yasudah kalo begitu”, ujar dev sembari menghabiskan sarapan paginya.

Waktu yang sudah menunjukan jam 06.11 dev dan arsil bergegas untuk berangkat ke finiks high scholl.

“Anak-anak sekalian, hari ini kalian kedatangan siswa pindahan lagi”, wali kelas dev mengumumkan sesuatu di depan kelas .

“Hahhh, ada siswa pindahan lagi?”

“Aku berharap cowo, dan seganteng dev”.

“Semoga cewe, kaya bidadari haha”.

“huhh, menghela nafas, Apaan sih manusia ini, siswa pindahan aja dinanti nantikan Heuhh”, imbuh raja iblis dalam benaknya.

“Angel, silahkan masuk”, ujar wali kelas memanggil siswa baru di lorong luar kelas.

Hah, angel?! Jangan bilang, akhh gak mungkin. Tapi gimana kalo beneran angel wanita excorsis itu. Hah ngomong apa aku ini. Nama angel kan banyak kali, 1:100 juga haha.Firasat buruk raja iblis pun menjadi kenyataan. Angel sang pembasmi iblis menjadi murid pindahan di finiks high school. 

“Perkenalkan aku angela bisa dipanggil angel. Salam kenal semuanya”.

“Ahhh, beneran cewee kaya bidadari lagi. Anak laki-laki di kelas begitu kegirangan karna siswa pindahan seorang wanita. 

“Masa, kaya gitu dibilang cantik, dasar anak cowo matanya udah burem kali yaa”. Siswi wanita pun banyak yang kecewa dan tak suka karna siswa pindahan merupakan perempuan yang cantik. 

“Baiklah angel, kamu bisa duduk disamping dev ya”.

“Baik pak guru”. Angel pun sambil tersenyum duduk disamping dev. Akan tetapi dev (raja iblis) pura-pura tertidur. “Hei, dev akhirnya kita bisa satu sekolah ya. Dev bangun, Pelajaran sudah akan dimulai loh. Hey, emang aku gak tau kamu pura-pura tidur hah.

Sial, ini cewe sakti juga instingnya. Tau lagi gue pura-pura tidur. Dev pun menegakan badanya dan tertawa polos. “Hehehe, luar biasa memang ya nona excorsis ini”.

Shuutttt, “jangan keras-keras ngomongnya dev. Jangan panggil aku excorsis soalnya aku gak mau anak di kelas pada tau kalo aku seorang excorsis”. “Ahhh, begitu toh, yaudah oke”. Baiklah anak-anak pelajaran kita mulai buka hal 123.

Pelajaran pun dimulai, kini angel dan dev berada dalam satu kelas yang sama kelas XIIA kelas paling khusus di finiks high school.

Pelajaran pertama berakhir kini kelas XIIA memasuki pelajaran olahraga.

“Baiklah semuanya hari ini kita akan memulai pelajaran olahraga. Semuanya berbaris yang rapi ya karna kita akan melakukan pemanasan terlebih dahulu”.”Baik, pak guru arsil”. Kyaaa, para siswi perempuan pun menjerit histeris melihat kerennya arsil dalam mengajar olahraga. “Wah ternyata benar arsil ya, kau jadi guru disini rupanya”, tanya angel. “Yah, begitulah angel. Oh ya sebaiknya kau juga memanggilku pak guru ya sama seperti yang lainya”. “Hah, kenapa emang? Umur kita kan gak jauh berbeda. Kau hanya lebih tua 1-2 tahun dari aku dan dev kan”. “Yah, itu memang benar. Tapi aku tidak sedang menjadi arsil temanmu, tapi guru yang mengajar kamu disini kan”. “Ohh iya yah, aku lupa”. “Yah begitulah angel, mengerti?!”, tambah dev menegaskan. “Yah, baiklah pak guru arsil. Mohon bantuanya yah”.

“Baik semuanya kita mulai dengan lari keliling lapangan ya”, arsil mengintruksikan kepada anak-anak didiknya untyuk lari mengelilingi lapangan olahraga.

“Baik pak”. Semua siswa lari mengelilingi lapangan sambil berteriak. Satu, dua, satu, dua, “ayo semangat teman teman”. “Para siswi perempuan semangat sekali yah?”.

“Yah, begitulah tom. Apalagi dengan adanya guru olahraga baru yang masih muda dan baik seperti dia”. “Hah, jangan bilang kau juga termakan oleh sikap baiknya pak arsil ya?”. “Yah, lagipula dia baru lulus kemarin”. “Apa? Pantas saja masih muda begitu”. “Yah, bisa dibilang dia kakak kelas kita begitulah”. “Wah, wah dunia memang tidak adil ya tom”. “Regi pun melanjutkan berlari dengan wajah murungnya”.

“Baiklah semuanya karna pelajaran olahraga kali ini sudah selesai. Kalian bisa istirahat dan berganti baju”. “Baik, pak guru”. Jawab para siswa.

Jam pulang pun tiba, bel pulang pun berbunyi. Teng ning nong.Semua siswa yang sudah menyelesaikan tugas sekolah pun pulang kerumahnya masing".

“Ahh, lelahnya hari ini. Dan juga kenapa angel satu sekolah denganku sih. Dari pagi hingga pulang dia selalu menggangguku saja. Menyebalkan banget tuh cewe”, ujar dev.“Yang mulia hati-hati loh kalo sebel banget sama angel nantinya yang mulia bisa suka loh”. “Apaa?! Yang bener aja aku yang sang raja iblis ini. Suka sama cewe begituan, hah jangan bercanda kau arsil”. “Baik yang mulia maaf atas kelancangan saya”. “Yasudah aku mau tidur dulu”. “Baik yang mulia”.

Disaat dev sedang tertidur untuk istirahat. Arsil menggunakan waktunya untuk membuat olahan makan esok hari. “Nah, sekarang aku harus mempersiapkan untuk sarapan besok pagi. Hemm, masak apa yah enaknya. Coba aku lihat resep dulu aja kali aja ada yang mudah dan enak”. Disisi lain disaat arsil sedang menyiapkan bahan untuk sarapan besok. “Akhhh, aku lelah tapi gak bisa tidur”. Raja iblis pun keluar dari kamar untuk mencari angin. “Ahh, yang mulia belum tidur toh? Sarapan besok kari gak papa?”. “Yah terserah, yang penting enak”. “Yang mulia mau kemana?” tanya arsil penasaran. “Mau cari angin, siapa tau bisa langsung tidur”. Kemudian raja iblis pun keluar dan duduk diteras rumah. “Akh, bulan yang bagus”. “Yang mulia, silahkan dimakan cemilanya”. “Yah kebetulan sekali, cemilan hangat di malam yang dingin ini. Kau memang jendral iblis yang serba bisa dan tau segalanya yah. Huu, enak banget ini cemilan. Btw, Apa namanya ini?”, tanya dev. “Itu banana crispy yang mulia, ada juga kue kering dari ketela pohon. “Oh ya yang mulia, sampai sekarang kita hanya melakukan hal yang sama setiap hari apa ini tidak apa-apa ?”, arsil. “Apa maksudmu?”, tanya balik dev sembari menikmati cemilannya. “Maksudku, kita sudah lama meninggalkan kerajaan iblis. Apa tidak mengapa kita hanya santai saja di sini?”.

“Aku juga sama sepertimu, aku setiap hari memikirkan bagaimana caranya bisa kembali ke istanaku!”. “Maafkan saya yang mulia, saya sudah bertanya yang tidak sepantasnya”. “Yah, gak apa-apa untuk saat ini. Lainkali aku bisa marah loh!”, dengan wajah serius raja iblis menatap arsil. “Baik yang mulia, maaf bertanya yang macam-macam. “Yah sudah kalo kau mengerti!”.

Tiktiktik, suara hujan pun terdengar. “Akh, hujan yang mulia”. 

“Hujan yaa, padahal tadi langitnya cerah. Bulannya tidak terlihat lagi deh”. 

Raja iblis dan arsil lantas masuk ke dalam rumah. 

“Akh sekarang aku mulai ngantuk, kalo begitu aku tidur dulu”.

“Baik yang mulia, semoga tidur anda nyenyak dan menyenangkan”.

“Yang mulia, yang mulia, bangun yang mulia”. 

“Akhh, aku masih ngantuk arsil”, dev mengambil kembali selimutnya.

“Tapi sekarang kita ada study toor yang mulia, mohon bangun yang mulia”.

“Akh, aku tau. Baiklah, howaaam”. 

“Silahkan anda mandi terlebih dahulu yang mulia”. 

“Saya sudah mempersiapkan air hangat di kamar mandi”. 

“Baik, baik, hoammmm”, dengan mata setengah terbuka raja iblis menuju kamar mandi. 

“Oke, bekal sudah, baju ganti, alat mandi, baju tidur, selimut, siip persiapan selesai”.

“Aghhh, dinginnya padahal sudah mandi pakai air hangat. Oh ya arsil, apa semua guru ikut study toor kelas XII ?”. 

“Tidak yang mulia, karna acara ini ditujukan untuk siswa kelas XII jadi hanya guru kelas XII saja yang terlibat”.

“Ohh, begitu yaaaa ..”

“Ayo yang mulia, setelah sarapan kita harus segera berangkat agar tidak terlambat”.

“Iyaa, iyaa aku mengerti. Dan juga, kenapa aku harus mengikuti kegiatan manusia ini hahhh !!!”. Raja iblis menghabiskan makananya sambil mengeluh kebingungan.

Setibanya di finiks high school raja iblis langsung menuju bus 1 dimana tempat siswa XIIA berkumpul. “Akhirnya, sempat juga naik bus”, huhhuh dengan nafas terengah. “Sekarang aku tinggal cari kursiku 77, di mana ya kursi 77? 75, 76, ini dia kursi 77 ternyata”. “Oke, sekarang aku bisa duduk dan beristirahat sampai waktu keberangkatan tiba”, akhirnya raja iblis mulai tertidur. “76, 77, yeay akhirnya kursi 78 ketemu juga. Ararah dev,dengan wajah terkejut. apakah kita memang berjodoh?”, Sambil tersenyum. “Apa maksudmu?! Sambil kesal tidurnya terganggu”. “Iya karna kita duduknya bersebelahan terus dev hihi”. Hah???!!! Raja iblis kebingungan dengan banyak pertanyaan dalam benaknya. Apa hubunganya coba, dev kembali tertidur. “Baiklah anak-anak bus kita sebentar lagi akan segera berangkat. Dimohon untuk tetap tenang ya semuanya”. “Baik pak guru, Oh ya pak guru, pak arsil ko gak berada di bus kita sih?”. “Ya bener pak”, sahut siswi yang lainya. “Pak arsil ada di bus 2 karena beliau mendapat tugas sebagai pembimbing disana. Jadi pak arsil gak berada di bus ini, kalian mengerti?”. “Yahh, baik pak”. “Arsil terkenal juga yah dev”.

“Yah,begitulah”. “Hey, tidur mulu dari tadi. Dev gak seru banget. Padahal hari ini kan hari spesial dimana study toor sebelum kelulusan kita. Ahh, bete dev payah!”, angel cemberut karna dev yang acuh tak acuh. Tak lama kemudian angel lantas tertidur disamping dev karna kelelahan lamanya perjalanan. “Hoammm, nyenyaknya tidurku”. Saat membuka mata raja iblis terkaget. Hah?! Nah loh! Kenapa dia bisa nyeder gini? . Tambah mienya satu porsi lagi bang. Gak pake saos ya. Ahay dateng juga. Ah enaknya mie ini. Kau mau dev? Alamaa, pake mimpi sama gue juga lagi. Raja iblis geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah lucu angel saat tidur. Ternyata, angel manis juga kalo lagi tidur. Ahh, ngomong apa aku ini. Raja iblis lantas tersenyum sebari mengingat kekonyolan saat mereka bersama. Aaah, kenapa lagi aku ini? Dev sadar, bangun woi. Sambil menepuk kedua pipinya. “Dev kamu kenapa? Ada nyamuk bukan?”, Angel tiba-tiba terbangun. “Ah tidak, tidak tidak ko hehe”. Raja iblis terkaget angel sudah bangun. “Ohh, gitu kirain ada apa dev. Yaudah lanjut tidur dah”. Huh, bikin kaget aja nih cewe. Ngomong-ngomong lama juga ya sampainya. Lanjutin tidur juga dah. Raja iblis pun melanjutkan tidur dikarenakan lamanya perjalanan.

Selang beberapa jam para siswa terlelap bus yang dikendarai keluarga besar finiks high school berhenti secara tiba-tiba. Raja iblis (dev) lantas merasakan suatu tekanan yang sangat kuat. Begitu pula dengan jendral arsil (arsil) yang berada di bus dua. Tekanan jahat ini?!. Hahh, disaat seperti ini malah harus mengalami hal yang merepotkan ,gumam raja iblis. Cikikiki, “aku mencium energi yang kuat diantara bus ini. Apa ada manusia yang menarik yah. Hahhh, aku jadi tak sabar menyantap energi manusia itu”, cikikikiki. Raja iblis dan arsil pun keluar dari bus. “Yang mulia, tekanan jahat ini ?!”. “Begitulah, ada bangsa iblis lain yang sedang memiliki kekuatan tinggi”.

“Bagaimana ini yang mulia? Dengan wujud kita yang manusia, apakah ada kesempatan menang?”. “Hah!! Kau pikir aku ini siapa arsil!. Meski dengan kekuatan seperempat pun dan tubuh manusia ini, aku gak mungkin kalah sama iblis kelas C macam dia. Yah kalo iblis kelas A aku mungkin kalah karna kekuatanku hanya ada seperempat tapi kau kelas C. Aku rasa aku seimbang”, ujar dev. “Maafkan saya yang mulia, saya telah lancang meragukan kekuatan manusia anda”. Arsil menunduk dan meminta ampun kepada raja iblis. “Yah, kau cukup lihat dan saksikan saja disitu arsil!”. “Babaik, yang mulia”. “Cikikiki, ternyata energi besar itu ada pada kalian berdua yah anak muda?. Cikikiki, boleh dong aku makan energi kalian. Bau kalian sepertinya enak. Ahh, aku jadi tidak tahan untuk menyantap kalian cikikiki”.

“Hei, kau iblis ciki.! Apa kau bilang kau mau memakan aku ?! Gak salah denger nih.

Iblis dengan kekuatan kelas C seperti kau mau memakan aku!”. 

“Cikikiki, lancang juga kau bocah. beraninya kau menantang aku.

Kumakan kau! Haoww”. iblis ciki lantas melakukan serangan kepada dev sang raja iblis. Dengan membuka mulutnya yang besar dan taring yang tajam iblis ciki pun melakukan serangan yang bertubi tubi. “Rasakan ini bocah!”. Dev pun menghindar dari serangan raja iblis. “Awas yang muliaaaa, tidaaaak”, teriak arsil. Dev dilahap hidup-hidup oleh iblis ciki tersebut. Arsil yang melihat dev sang raja iblis dilahap hidup-hidup akhirnya marah dan melakukan serangan kepada iblis ciki tersebut. "kurang hajar kau, kembalikan yang muliaaa". Arsil terpojok dan ikut terlahap juga oleh iblis ciki tersebut. "Cikikiki, dasar bocah" bodoh. Sengaja melawanku untuk aku lahap cikikiki. “Aku sudah kenyang, ternyata energi yang aku dapat dari mereka berdua besar juga sampai tubuhku bisa sebesar ini cikikiki".

Selang beberapa menit raja iblis dan jendral arsil dilahap hidup-hidup oleh iblis ciki, angel pun terbangun dari pengaruh tidur iblis ciki. " aura apa ini? ". Angel langsung melihat kearah bangku dev akan tetapi tidak duduk disampingnya dan para siswa yang lain serta staf guru masih tertidur karena pengaruh dari kekuatan iblis ciki tersebut. Angel keluar segera mencari dev. Akan tetapi dia tidak menemukan dev, bahkan arsil di bus dua juga ikut menghilang. " ada apa ini, sebenarnya apa yang terjadi?. Angel kebingungan dengan kejadian saat ini. Kemudian angel melanjutkan pencarian dev dan arsil. "aura ini semakin besar saja, apa ada iblis disekitar sini?". Angel lantas bersiap dengan pedang ditanganya. Sambil menghela nafas angel mengikuti arah aura jahat yang dia rasakan itu. Setelah dia berlari mengikuti arah aura jahat itu dia pun sampai di tempat persembunyian iblis ciki tersebut. "Gua ini begitu kuat aura jahatnya, mungkinkah ada iblis kuat yang ada didalamnya?. Angel pun masuk kedalam gua tersebut. Dengan langkah kaki yang pelan dia pun menyelinap ke dalam gua tersebut. "hei manusia, sedang apa kau disini cikikiki?. Berani juga kau menginjakan kaki di tempatku hahh. Rupanya kau mau jadi pencuci mulutku yah cikikiki". Angel pun terkaget dengan kedatangan iblis ciki yang tiba-tiba ada di belakangnya. "kurang hajar, jangan-jangan kau sudah memangsa manusia yah iblis?. “Cikikiki yahh, kau benar sekali nona manis mereka berdua pria yang sangat lezat dan tampan cikikiki”. “Apaa?? Jangan-jangan mereka itu dev dan arsil?! ". Angel terkaget dengan perkataan iblis ciki yang telah memangsa dua manusia.

"semoga mereka yang dimaksud bukan dev dan arsil. Aku harus membelah tubuh iblis itu sebelum memurnikanya. Jika benar itu dev dan arsil yang dimangsa oleh iblis itu, aku harus segera menyelamatkan mereka sebelum iblis itu mencernanya. 

Bersiaplah iblis! Akan aku keluarkan mereka dari tubuhmu itu”. “Cikikiki, apa kau mampu mebelah tubuhku dengan pedangmu itu hah!”. “Jangan banyak omong kau iblis hiyaaaa”. Angel pun menyerang bertubi-tubi agar dia dapat menggores perut iblis tersebut. Akan tetapi seranganya sia sia saja. "ada apa ini, mengapa aku tak bisa menggores tubuhnya sedikitpun. Kalau begini terus mereka berdua bisa mati".

"Cikikiki, apa kau sudah selesai? Pedangmu hanya membuat tubuhku gatal saja. Sekarang giliranku untuk balik menyerangmu cikikiki". Iblis itu lantas melancarkan seranganya kepada angel." kenapa kau, apa hanya segitu saja kemampuanmu cikiki". "Siall, siallll, kenapa aku lemah sekali sih. Aku bahkan tak mampu menggores sedikitpun tubuh iblis itu". " cikikiki, jangan khawatir nona. Sebentar lagi pun kau akan menyusul mereka didalam perutku. Tak lama kemudian iblis ciki merasakan sakit perut yang luar biasa." aghh, panasssss kenapa perutku terasa panas begini ?!". Tak lama setelah iblis ciki merasakan sakit perut yang hebat, dia pun memuntahkan semua yang dilahapnya. "Uweekk, kenapa aku bisa muntah begini sialll kekuatanku". "Dev, arsil syukurlah kalian baik-baik saja. “Angel, ke kenapa kau ada disini?" Dev pun kaget melihat angel yang ada dihadapanya." Akh lengket pula badanku, huhh aku harus segera mandi lagi kalo begini”. “Yang mulia, bukan saatnya memikirkan mandi, tapi bagaimana kita mengalahkan iblis ciki itu?”, bisik arsil kepada dev. “Tenang aja arsil, karna kita sudah keluar dari perutnya dia tidak memiliki kekuatan tambahan lagi. Angel sendiri pun bisa menghadapinya sendiri”. Jawab dev kepada arsil yang sedang panik. "ohh, begitu yah yang mulia". "Iyaa, tenang saja. Angel... Dev pun memberi tau kelemahan iblis ciki kepada angel. " baiklah, kalo begitu. Angel pun mulai berkonsentrasi dan mengarahkan serangannya tepat di kepalanya.

" wahai iblis, dengan disaksikan bintang dari langit akan aku murnikan kau. Hiyaaa, rasakan ini". Sreeetttt..Bersamaan dengan kilauan cahaya bintang di langit, iblis ciki pun berhasil dimurnikan.

*****

 BEFORE                                                                                                         NEXT CHAPTER V

Helianthus Miracle: BAB 2. Second Place, aku dan mereka di kampusku

 


 

Pulang kuliah telah berlalu beberapa saat yang lalu.

Sudah lewat lima menit aku berpamitan dengan Ana dan Zara di depan kelas tadi. Awalnya mereka mengajakku untuk hangout nonton film di bioskop karna ada film terbaru katanya. Namun aku menolak dengan beberapa alasan, akhirnya aku tak ikut dengan mereka menonton dan pulang begitu saja.

Dibalik jendela angkutan umum aku melihat jalanan rute biasa aku lewati. Tiba-tiba sempat terfikir olehku, "ahh ternyata jarak kampus dan rumah tidak terlalu jauh." Aku menolehkan badanku ke tempat duduk semula dan memutar balikkan buku yang sedang aku pegang.

Tahun ini aku memasuki sesuatu yang baru dalam hidupku. Aku sekarang adalah seorang mahasiswi di sebuah kampus swasta yang tak jauh dari tempat aku tinggal. Kira-kira sekitar satu jam perjalanan normal untuk sampai kesana. Ada beberapa yang membuat aku terlihat berbeda dan sama di tahun ini. Perbedaannya adalah tahun ini aku tidak satu almamater dengan adikku.

Dan kesamaannya dari tahun kemarin-kemarinnya adalah aku masih sendiri alias "Singgle!" atau orang biasa bilang "Jomblo!" masa bodoh apa julukannya. Intinya aku masih belum punya kekasih seperti itulah. Meski demikian, aku tidak merasa risih dengan kesendirianku saat ini. Selama aku masih bisa melihat mereka orang yang aku sayangi didekatku. Memang terkesan lebay sih tapi itu sungguh dan itulah yang aku rasakan saat ini.

Tanpa terasa pagi sudah datang lagi. Ibuku sudah bangun sedari subuh untuk menyiapkan sarapan pagi untukku. Puji Tuhan, dia adalah ibu terhebat yang aku miliki yang selalu siap siaga selalu menjaga kami para putrinya.

Setelah sarapan aku berpamitan pada ibu. Aku berangkat menelusuri jalan menuju jalan raya dimana angkutan umum yang biasa aku tumpangi melintas. Saat ini masih pukul 06.00 pagi terlihat di jam handphoneku. Terlintas di benakku sekilas jalanan rute ke kampus kemarin saat aku pulang.

Tanpa sadar kakiku melangkah berjalan menelusuri troar pinggir jalan menuju alun-alun pusat kota. Terlihat beberapa orang melihat kearahku dari balik jendela angkutan umum. Aku yang sedang berjalan menggendong tas dipunggungku. Namun tidak aku hiraukan dan aku terus berjalan.

Angin sepoi-sepoi berhembus menerpa wajah dan tubuhku yang membuat aku sedikit merasa dingin. Syukurlah aku selalu memakai pakaian luaran hingga tubuh bagian atasku masih terasa hangat. Aku terus berjalan hingga sampai pada akhirnya aku tiba di alun-alun dimana angkutan umum menuju kampus sedang ngetem disana. Aku lihat kembali jam yang ada di handphoneku. Masih menunjukan pukul 06.45 yang berarti ada waktu satu jam lagi untuk jam kuliah pagi dimulai pukul 08.00 dimana waktu yang tersisa cukup banyak dibandingkan aku harus menunggu di angkot yang ngetemnya bisa lebih dari 20 menit.

Aku menyebrangi jalan dan kulewati angkutan yang sedang mengetem disana. Aku pun meneruskan langkah kakiku berjalan menyusuri jalanan kota menuju perempataan lampu merah di pusat kota. Saat itu, satu hal yang terbesit dalam benakku. "Dari pada menunggu lama di kampus karna kepagian". Aku pun meneruskan keisengan berjalan sampai kampusku.

Yah, semua ini berawal dari tiga hari yang lalu. Saat Ana dan zara menunjukanku rute menuju kampus yang terdekat dengan mall yang tak jauh dari alun-alun kota. Terlebih lagi aku baru tahu bahwa jalan kaki lebih cepat dibandingkan naik angkutan umum yang rutenya muter-muter.

Maka mulai saat itulah aku punya pikiran, "enak kali yah jalan-jalan kesini lagi!” Apalagi aku bisa pulang sambil jalan-jalan lihat pemandangan kota yang jarang aku lewati. Maklum, rumahku berada di perbatasan kota dan desa. Sekolah SMA juga di kabupaten, jadinya beginilah hasilnya. Aku sedikit norak dengan kebisingan kota dan aktivitas sekitarnya.


Pukul 07.00 aku beristirahat sejenak di antara ubin dudukan dipinggir lampu merah. Kulihat beberapa pedagang asongan yang menjajakan dagangannya ada disana. Adapula pengamen yang selalu kulihat saat pulang dan pergi ke kampus sedang nangkring di angkutan umum. Tanpa aku sadari, aku sedikit tersenyum dengan melihat berbagai hal tersebut. Angin sepoi dari pohon rindang yang menaungi tempat aku duduk pun menyejukkan hatiku kala itu. Tanpa henti aku melihat jalanan dan mendengarkan betapa bisingnya area perempatan lampu merah.

Saat aku lihat kembali jam di handphoneku waktu sudah menunjukan pukul 07.23 seketika aku bergegas menyebrang disaat orang-orang menyebrang pula. Aku berjalan tergesa-gesa menuju kampus menuruni jalanan trotoaar pinggiran mall yang ada 200 meter sebelum kampus. Hingga pada akhirnya aku sampai gerbang belakang kampus pada pukul 07.40 pagi.

Terlihat teman-teman masih terduduk di ubinan tempat mahasiswa yang lainnya nongkrong. Aku menyapa mereka sebentar dengan tersenyum dan melambaikan tangan lalu bergegas pergi ke Toilet untuk merapihkan diri dan mengelap beberapa keringat di keningku. Hingga tepat pukul 07.55 semua mahasiswa fakultas MIPA naik kelantai atas untuk kuliah pagi.

Ruang kuliah 1.3.1

Pertama kali aku masuk ruangan ini saat semua orang sudah memenuhi tempat duduk kira-kira 3 bulan lalu. Tepat hari pertama aku selesai melaksanakan masa pengenalan mahasiswa baru kala itu.

Tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bahwa aku akan bertemu dengan salah satu teman SMAku lagi. Yah, meski memang ada kemungkinan bertemu sih bila tinggal di satu kota yang sama. Tapi, gak nyangka aja bakal satu kelas lagi.

Semua orang terasa asing kecuali dua wanita yang duduk ditengah yang merupakan salah satu teman SMAku. Aku pun duduk tidak jauh dari kursi mereka. Meski kami sempat satu kelas di masa SMA dulu. Akan tetapi kami tidaklah terlalu akrab. Tapi aku juga tidak memiliki masalah dengan mereka. Mungkin, ini timing yang tepat untuk mengakrabkan diri dengan mereka. Begitu pikirku pada awalnya, hingga aku sadari bahwa aku tak bisa sejalan dengan mereka dan memutuskan untuk mencari teman yang sejalan. Yah kalian taulah sejalan maksudku apa ... .

Aku masih tampak asing dengan suasana kelas yang ramai kala itu. Tak banyak nama yang bisa aku hafal karna baru pertama kali. Namun seiring berjalannya waktu, aku bisa menghafal semua nama teman satu kelasku.

Hari ini hari dimana aku melakukan presentasi pertamaku di semester awal ini. Aku berdiri bersama Farel dan Gerald untuk menyampaikan hasil dari tugas kelompok yang telah diberikan dosen untukku. Hasilnya ... Tidak terlalu buruk juga, tapi tidak terlalu baik juga bagiku.

"Huh ... ." Aku menghela nafas dan kembali ke bangkuku setelah melakukan presentasi. Aku merapihkan bukuku dan bersiap untuk keluar setelah kuliah selesai.

Masih ada satu jam tiga puluh menit lagi sebelum mata kuliah karakter building akan dimulai.

Aku bersama teman-teman memutuskan untuk makan di kantin samping belakang kampus untuk sekedar sarapan atau minum-minum sebelum kelas dimulai.

“Alya, gue belum sarapan tadi pagi nih. Yuk kita coba makan nasi goreng di kantin belakang. Katanya enak banget loh. Zar, elo ikut kan? Kalo Diana gimana?" Ujar Ana mengajak kami pergi ke kantin.

“Ikut ... boleh deh,” balas yang lainnya.

“Elo gimana ya?” tanya Ana padaku.

“Ahh ... hayu ... boleh deh,” jawabku singkat.

Kemudian kami pergi ke kantin belakang kampus yang katanya menyediakan nasi goreng yang enak banget seantero kampus. Btw, aku yang udah sarapan pagi jadi tergoda juga buat coba menu nasi goreng tersebut.

Kami duduk di tengah jajaran meja yang agak sedikit penuh para mahasiswa lain yang juga memesan nasi goreng disana. Kulihat ada orang yang menyebutkan menu nasi gila disana. Sontak kupingku mendengar dan rasa penasaranku pun bertambah. Lalu aku merubah menu yang aku pesan menjadi nasi gila yang baru saja aku dengar itu.

"Nasi goreng 2, nasi gila 2?" Ujar ibu penjual nasi goreng itu mencatat pesanan kami.

"Wah ... ." tatapku kagum dengan menu di depan mataku. Aku yang baru melihat apa itu nasi gila. Membuat aku tak sabar menyicipi masakan itu. Lalu, disuapan pertama aku menyicipinya aku rasa aku menyukai menu masakan ini. Hingga nasi gila menjadi salah satu makanan paforitku di kampus.

Usai makan kami duduk-duduk sebentar sambil ngobrol di pinggiran kursi tunggu mahasiswa sebelah kelas yang akan kami pakai belajar. Memang masih belum banyak yang datang karena kelas akan dimulai 20 menit lagi.

Mahasiswa jurusan kimia sudah keluar dari ruang 1.2.1 tempat kami akan memulai kelas karakter building. Aku dan yang lainnya yang sudah menunggu di luar segera masuk dan menyimpan tas kami. Ada yang belum datang juga karena masih ada waktu 18 menit sebelum kuliah dimulai. Di anak tangga aku lihat seorang wanita baru turun dengan tergesa-gesa menuju ruang kelas 1.2.1. setelah dilihat lagi rupanya dia adalah Wawa wanita yang selalu memakai kacamata dan duduk di pojok paling depan.

Aku tidak terlalu dekat dengan dia, dan yang lainnya juga sih. Meski ada beberapa yang aku kenal baik. Tapi Wawa agak sedikit berbeda dari yang lainnya aku rasa. Ntah mengapa aku sedikit melihat diriku padanya. Mungkin karena dia selalu datang dan pergi sendiri sama sepertiku. Hingga akhirnya, aku dan wawa mulai berbicara dan aku rasa kami cocok. Yah dalam artian kami nyambung kalo ngobrol.

Berawal dari ketidaksengajaan aku dan wawa bertemu di perpus. Kami mulai mengobrol dan dia menjadi salah satu bagian dari keramaian hidupku di kampus.

Yah, aku harap ... meski sejenak aku ingin bisa terus bersama mereka yang aku anggap teman di kampus. Dan hariku di kampus tidak membosankan karena mereka.

...

 BEFORE                                                                                                                        NEXT BAB 3

HELIANTHUS MIRACLE : BAB 1. About me

 


 

"Seandainya esok aku akan mati ... ."

Bisakah aku memasuki surga yang diidamkan oleh semua orang? Aku hanyalah anak kecil beberapa tahun kebelakang yang tak pernah akan membayangkan pahit dan kejamnya dunia.

Bahkan kini, diusiaku yang semakin bertambah setiap tahunnya. Aku masih tak menginginkan merasakan pahitnya dunia ini. Cinta masihlah sebuah ucapan omong kosong yang pernah aku dengar. Cinta hanyalah ungkapan manis di mulut yang tak pernah ada yang tau arti dibaliknya. Banyak para puitisi dan penyanyi yang mengumandangkan kata itu di setiap karyanya.

"Aku akui itu indah, namun ... tak satupun dapat membekas di hatiku hingga kini."

Padahal sudah berpuluh-puluh lagu cinta yang kudengar, namun tak sedikitpun feeling itu datang. Aku tak tau mengapa diriku menjadi seperti ini? Jika memang aku bukanlah seorang manusia yang normal? Maka seperti apakah bentuk manusia normal itu? Tak pernah aku bayangkan bahwa hidup akan sangat ... sangat merepotkan dan sangat menyakitkan seperti ini. Padahal yang aku tahu, hanya menggenggam tangan mereka, tertawa dan menangis bersama mereka begitu membahagiakan hidupku saat itu. Menjadi seorang anak kecil yang tak tahu apapun adalah salah satu kebahagiaaanku dulu. Hingga akhirnya, aku pun harus berkenalan dengan pahitnya cobaan hidup saat aku besar sekarang ini. Panggil saja aku alya, keluargaku adalah keluarga yang normal

pada awalnya, hingga saat itu tiba dan merubahku menjadi robot seperti sekarang ini. Namun seiring berjalannya waktu tampaknya Tuhan mengirimkan beberapa Peri padaku. Persis seperti di setiap cerita novel klasik yang pernah aku baca. Sedikit demi sedikit tubuh robot ini mulai berubah ke bentuk manusia tanpa aku sadari. Meski demikian tanpaknya tak akan mudah bagiku, kejamnya hidup bisa merubah kembali diriku menjadi manusia robot. Aku berjuang setiap harinya menghadapi kesepian dalam diriku melawan ketakutan akan dunia untuk menjadi manusia sejati.

...

Hari ini aku memulai kuliahku untuk yang pertama kalinya. Aku kuliah di universitas swasta dekat dengan kediamanku.

"Haah ... rasanya waktu berlalu dengan cepatnya. Tidak terasa aku sudah menduduki bangku kuliah. Terlebih lagi aku harus berangkat kuliah sepagi ini. Aku harap ... Suasana kelas nanti akan bisa sedikit mengisi waktuku. Ungkapku dalam hati sembari melangkahkan kakiku keluar dari pintu rumah."

Tak seperti adikku, aku merupakan seorang wanita yang sedikit pemalu ... ya begitulah menurutku, mungkin sih. Sebenarnya, bukan pemalu. Tapi... Aku hanya tak ingin terlibat dengan sesuatu yang merepotkan saja. Oleh karena itu, aku ... Jarang sekali bicara pada orang yang baru aku kenali. Terlebih lagi, seseorang yang tidak membuatku nyaman.

Hari ini aku duduk di bangku paling depan di kelas. Aku memiliki kebiasaan duduk di depan sejak aku berada di bangku sekolah dasar. Ntah mengapa, itu benar-benar menjadi kebiasaan. Sampai saat ini pun, aku masih melakukannya disini. Suasana disini sangat berisik sekali, tak kusangka bangku kuliah bakalan sesantai ini. Aku kira akan sedikit tenang seperti ruang persidangan dimana hanya ada suara beberapa orang saja.

"Tapi ini ... "

"Hey ... kenalkan aku bella."

"Ohh ... hai, aku sintia ... ."

"Btw, kenapa dosennya belum datang ya?"

"Ntahlah, mungkin sedang dalam perjalanan kemari."

"Hey brother, nanti balik kampus ayo kita ke taman bentar yuk ... ."

"Taman? Kenapa emang?"

"Yah ... Ello gak tau, katanya taman kampus kita banyak cewe cakepnya bro. Terlebih lagi dari fakultas ekonomi yang terkenal sama bidadarinya!"

"Wah, serius Lo!" "Ajib, gua ikutlah."

"Huh ... berisik sekali mereka yang dibelakang," gumamku dalam hati setelah melihat dan mendengar semua yang ada di samping dan belakang tempat dudukku.

...

Kuliah hari pertama telah usai. Tak ada sedikitpun yang menarik dari hari ini selain keributan dan kebisingan kelas bak berada di jalan raya.

Hal yang menyenangkan ketika aku pulang kuliah saat ini, Hanyalah ini... (Sembari memandangi jalan raya dari jembatan penyeberangan).

Disini sangat berisik, tapi.. ntah mengapa... rasanya tentram dan damai di dalam hatiku. Aku tak tau mengapa demikian? dan ini menjadi misteri juga buatku.

...

Keesokan harinya perjalanan menuju kampus

Tak banyak tempat yang bisa membuatku merasa nyaman. Aku seyogyanya hanyalah seorang introvert yang tak banyak tau tentang indahnya dunia. Aku hanyalah wanita ndeso yang norak saat melihat laut. Terbawa suasana hanya dengan melihat keindahan pegunungan. Selain dirumah, hanyalah taman kota dekat rumah yang bisa membuatku melupakan semua kekisruhan dalam hidupku.

Bagiku dunia Maya merupakan tempat untukku dapat menikmati sebagian hidup. Tak seperti dunia yang nyata yang butuh adaptasi untuk bisa merasa nyaman didalamnya. Mungkin sebagian orang akan memanggilku kekanakan karena diusia ini masih senang dengan acara anak-anak.

Terkadang aku sempat berpikir... Mungkin, Di dalam lubuk hatiku ini, masih belum siap untuk menjadi dewasa. Bahkan sampai saat ini, arti cinta masihlah sangat jauh dalam benakku. Apalagi mendengar kata komitmen tentang suatu pernikahan masihlah sangat jauh dari bayang-banyang.

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa aku ini masihlah manusia. Waktu akan terus berjalan, umurku akan terus bertambah. Hingga pada saatnya aku ... Tetap haruslah siap menerima kenyataan ini. Bahwa aku ... Sekarang sudah dewasa, sudah harus mengerti rasa sakit dari Kenyataan dunia ini. Meskipun aku tak menginginkan hal itu.

...

Kalian tau, tempat ternyaman keduaku selain taman kota adalah disini.

Tempatku menghabiskan sebagian hidupku untuk belajar. Dimana lagi bila bukan kampus tercintaku. Saat aku berjalan menuju gedung tempatku akan melangsungkan kegiatan kuliah hari ini. Aku melihat dia, dan juga mereka salah satu teman satu jurusanku. Dari kejauhan aku melihat mereka tampak asik berbincang satu sama lainnya. Bergurau dan bernyanyi diiringi dengan gitar di area tempat nongkrong anak-anak lainnya.

Melihat mereka, sejenak aku sedikit tersenyum dalam hatiku. Sebelum aku memalingkan diriku untuk kembali pada kenyataan hidupku. Aku berjalan melewati mereka dengan sedikit menundukkan kepalaku dan sedikit tersenyum. Meski sudah beberapa hari ngampus. Aku masih belum leluasa untuk mengobrol nyaman dengan mereka semua teman di kelas. Jadi aku putuskan untuk tersenyum saja dan menundukan kepalaku sedikit berjalan cepat seolah aku sedang terburu-buru ke toilet. Apa boleh buat, aku belum terlalu dekat dengan mereka lagipula meski aku ikut nimbrung juga hanya seperti kambing conge yang tak mengerti apa yang mereka bicarakan apa. Jadi ... yah begitulah aku melewati mereka.

...


Aku berjalan memasuki gedung dimana hari ini akan diadakan perkuliahan. Seperti biasa aku berjalan menuju ruangan dengan sedikit menghela nafas. Ketika memasuki pintu kelas aku melihat beberapa orang sudah terduduk disana. Refleks aku tersenyum membalas senyum ana dan Zara yang melambaikan tangannya padaku. Oh yah, meski aku tidak terlalu dekat dengan yang lainnya. Bukan berarti aku tidak memiliki teman untuk aku ajak mengobrol. Ana dan zara adalah salah satu teman pertamaku di jurusan. Aku terduduk dan bersalaman pada mereka berdua dan terduduk disampingnya. Dua menit sebelum dimulainya perkuliahan anak-anak yang lain juga memasuki ruangan. Tepat pukul 10.30 sang dosen masuk dan memberikan kuliahnya pada kami.

...

Baru beberapa hari kuliah kami sudah mendapatkan tugas kelompok. Aku senang tak senang sih mendapatkan tugas ini. Tapi, karena semua untuk nilai aku tetap harus semangat.

"Yah, aku bilang semangat tadi ... ."

Saat ini aku dengan kedua temanku sedang berada di perpus untuk mencari bahan tugas Minggu depan.

Hagh ... nasib emang, diantara banyak orang kenapa aku harus satu kelompok dengan dia ya?” gumamku dalam hati melirik dua lelaki yang sedang asik mengonrol di samping tempat dudukku.

"Meskipun untuk nilai, tapi rasanya kok kuliah ini masih sama seperti SMA saja ya? Aku tidak tau kenapa? Apa karena aku tidak terlalu nyaman dengan mereka? "pikirku dalam benakku.

"Rel, elu tau caranya buat powerpoint yang bagus? Haah, gue masih belum ada inspirasi hari ini. Jadi gimana ya?" Ujar Gerald cowok yang satu kelompok denganku.

"Ahh ... yaudah nanti coba gue cari bahannya juga deh. Sekalian nyicil buat bikin makalahnya juga." balasku dengan sedikit bingung karna ketidakjelasan kelompok ini.

"Oke, kita berdua cabut dulu ya. Nanti kalo ada perlu apa-apa bisa bilang sama kita oke." Begitulah ujar Gerald dan farel saat itu dan meninggalkanku sendiri di perpus.

"Ahh ... Hmm ... Oke ... ." Tanpa banyak bicara aku langsung bilang oke. Meski sebenarnya isi otak dan batinku ini cukup kesal melihat tingkah mereka berdua. Tapi ... yasudahlah, mau bagaimana lagi.

...

Di dalam heningnya bilik perpus aku membuka lembaran demi lembaran buku. Mataku mulai mengantuk dan akhirnya aku putuskan untuk pulang. Aku berjalan menuruni tangga ke lantai bawah gedung. Di lantai dua kulihat melalui balkon Gerald dan farel sedang mengobrol dengan anak yang lainnya.

Melihat mereka aku hanya bisa terdiam. Aku hanya bisa menunduk senyum bila melewati teman-teman. Terkadang aku bersalaman dengan mereka bila jaraknya dekat denganku. Tapi, aku masih saja merasa hampa.

"Meski ini adalah tempat kedua yang membuatku nyaman namun aku juga terkadang terdiam sendu ketika berada disini dan Aku pun tidak tau kenapa itu bisa demikian?"

 

NEXT BAB 2

HELIANTHUS MIRACLE

 

HELIANTHUS MIRACLE

 


 

SINOPSIS :

Alya seorang wanita penyendiri yang kuliah di universitas swasta jurusan MIPA. Bertemu dengan Gerald yang sempat mengisi hatinya namun tak sempat tersampaikan.

Mengalami sebuah pertemuan dengan beberapa orang yang menginspirasi sempat membuat Alya ikut bangkit dan ingin berubah dari kesendiriannya. Namun semakin dia berusaha, cobaan juga terus menghadang langkahnya bagi seorang penyendiri. Meski demikian dia terus maju melangkah meski tertinggal beberapa meter jarak dari mereka yang telah melangkah jauh darinya.

Penulis: Yattis Ai

Status Novel : ONGOING

Daftar ISI

1. About me

2. Second Place, aku dan mereka di kampusku

3. Diklat, Penakut

4. What LDKS?

5. Sepenggal mimpi dari kenangan seorang anak     

6. Teman Lama

7. Simanis Hitamku, Dikala Bosan  

8. Eksplorasi, malam pertama

9. Telaga Warna

10. Pendakian Nepenthes

11. Mulung sampah? Pegal-pegal, Rasa Kantuk

12. Berkemah

13. Ongoing

14. Ongoing

15. Ongoing

 


THE DEVIL MY BOYFRIEND

 

 THE DEVIL MY BOYFRIEND ARC 1


SINOPSIS:

Dev merupakan raja iblis dari kerajaan Desloyer. Dia dan jendralnya terdampar di dunia manusia karena diburu oleh malaikat pemburu iblis saat perang antara malaikat dan iblis. Didunia manusia dev dan jendralnya menemukan seorang wanita yang terluka di depan rumah mereka. Kemudian mereka merawat dan menyembuhkan wanita tersebut. Setelah beberapa hari dirawat wanita tersebut akhirnya pulih. Setelah kesembuhan wanita tersebut dev baru mengetahui bahwa wanita yang ditolongnya tersebut adalah seorang excorsis. Dia bernama angel seorang pemburu iblis wanita yang bertugas di tempat dev dan jendralnya berada.

STATUS : ONGOING

GENRE : FANTASI - Remaja, Dewasa

1. CHAPTER I. PROLOG

2. CHAPTER II. Awal !!!, Kehidupan Manusia, Penyesuaian

3. CHAPTER III. EXCORSIS

4. CHAPTER IV. IBLIS CIKI

5. CHAPTER V. SEBUAH RASA

6. CHAPTER VI. KEDATANGAN JENDRAL BARBAROS

7. CHAPTER VIII. KELUARGA BARU

8. CHAPTER IX. KEMUNCULAN MALAIKAT

9. CHAPTER X. KEMUNCULAN MALAIKAT

10. CHAPTER XI. PERTEMUAN KEMBALI

 

THE DEVIL MY BOYFRIEND: CHAPTER III. EXCORSIS

 


Setibanya raja iblis dan jendral arsil dirumah dari kejauhan mereka melihat ada orang yang terbaring di depan pintu rumah. “Yang mulia, ada orang yang tergeletak di depan pintu”. Arsil pun melihat keadaan orang tersebut. “Yang mulia, ternyata dia wanita dan banyak luka tubuhnya. Bajunya juga robek robek”,arsil. “Akh, merepotkan saja. Bawa dia masuk, biar kita obati lukanya”, ujar dev. Raja iblis dan arsil pun membawa wanita yang tidak diketahui namanya itu kedalam rumah untuk diobati lukanya. Namun mereka tak tau apa yang akan mereka hadapi setelah itu.

Zag zig zag,

suara langkah kaki yang keras yang menggetarkan tanah.

“Yang mulia, suara ini”. “Yah, aku tau”, rupaya ada dedemit lain yang memasuki daerah kekuasaan kita.

Catatan: dedemit adalah setan/jin yang berada di bawah level iblis.

“yang mulia, izinkan hamba untuk memberi pelajaran pada para dedemit itu yang mulia”. “Apa kau yakin arsil? Kekuatanmu hanya pulih seperempat saja kan”, tanya dev tentang kesanggupan arsil. “Meski kekuatan saya tak sebanding dengan kekuatan yang mulia. Saya akan berusaha sekuat saya yang mulia”. “Aah, bila kau terluka nanti aku juga yang repot. Besok siapa yang masak dan cuci baju kalo kau terluka arsil.

Biar aku yang hadapi para dedemit itu. kau tunggu disini saja”, dev akhirnya keluar untuk menghadapi dedemit diluar sana.

“Saya mengerti yang mulia, saya mohon untuk berhati hati”, arsil.

“Ahh baiklah”. Jebret,suara pintu dibuka. Raja iblis pun pergi keluar untuk memeriksa keadaan diluar. “Hawa keberadaan ini, sepertinya ada dedemit yang kuat yang akan datang”.

“Hoahahaha hoy, bocah serahkan wanita itu. Aku sudah lama mengincarnya atau kau akan aku bunuh”. Gertak dedemit tersebut pada dev si raja iblis.

“Hah apa? Dedemit seperti kau berani menantangku. Hahaaha punya nyali juga kau”, dengan nada mengejek dev menjawabgertakan dedemit tersebut.

DUAR, dedemit itu pun melancarkan serangan. “Sialan kau bocah, kau tak akan bisa lari kemana mana lagi hoohahaa”. Kemudian datang juga para kawanan dedemit lainya. Jangan lari kau bocah!!!, srettt duar duar. Zegzegzeg dengan kecepatanya raja iblis pun menghindar dari serangan para dedemit tersebut. “Kurang hajar, hebat juga dia.Tapi, jangan sebut aku raja iblis bila tak bisa memusnahkan kalian”.

Juzing sreeet, dengan menggunakan satu telunjuk raja iblis memusnahkan mereka satu persatu. Syut raja iblis melompat dan mendarat diatas kepala bos para dedemit. 

“Apa cuma segini kekuatanmu? Hah!”, ujar dev dengan wajah yang serius setengah iblis. “Sisisiapa kau sebenarnya, mata itu, jajangan jangan kau ra......” Sreet, “musnahlah kau”. Burrrrrr. “Hah, hampir saja”. “Untung mereka hanya dedemit kelas teri jadi meski kekuatanku belum pulih sepenuhnya bisa aku atasi. Sialnya nasibku. Terusir dari istana sendiri, malah jadi manusia lagi, siallllll!!!!”.

Hah hah hah, dengan nafas terengah engah raja iblis pun kembali ke kediamanya dan kembali menjadi manusia lagi. “Yang mulia, apa anda baik baik saja? Biar saya obati luka anda”,arsil. “ahh ini, tak perlu. Ini hanya lecet dikit aja ko. Lagipula mereka hanya dedemit kelas teri. Jadi aku taakan terluka parah”, ujar dev sembari terduduk di sofa. “Syukurlah yang mulia”, menangis terharu. “Kalo begitu yang mulia istirahatlah, aku buatkan sup dahulu”, arsil kembali ke dapur menyiapkan sup untuk dev.

“Ya, baiklah”.

“Oh yah yang mulia, kenapa para dedemit itu menyerang wanita itu yah? Lagipula kenapa para dedemit sekarang berani menunjukan wujudnya secara terang terangan di dunia manusia. Bukankah kita dari kerajaan iblis sudah membuat peraturan, bahwa bangsa kita tidak menyerang manusia secara langsung melainkan hanya memperdaya saja”, ujar arsil sedikit kebingungan.

“Ntahlah, aku sendiri ingin mengetahuinya secara pasti. kenapa mereka tidak mematuhi peraturan yang ada di kerajaan iblis?! Aku ingin memastikanya sendiri!. Hah yang membuatku kesal lagi karna harus berada di dunia manusia dengan kekuatan terbatas ini”.

“Tenang saja yang mulia, saya akan mencari lebih banyak informasi agar kekuatan kita kembali sepenuhnya”.

“Yah, aku serahkan padamu arsil”.

“Baik yang mulia, saya akan berusaha sekuat tenaga saya”.

Pagi telah tiba, raja iblis masih harus berangkat ke bersekolah. “Hah, rasanya aku sangat membenci sang fajar”. “Yah, mau bagaimana lagi yang mulia, karna kita kaum iblis. Kita akan lebih bisa bergerak bebas saat malam hari. Oh yah, yang mulia. Jangan lupa lotion anti sinar mataharinya ya”, ujar arsil. “Tentu saja! mana mungkin aku lupa memakainya. Bisa-bisa aku terbakar sinar matahari nanti. Yah meskipun sekarang aku dalam wujud manusia sih, jadi bisa bertahan dari sinar matahari”. Oh yah, bagaimana keadaan wanita itu. Masih belum sadar kah?”, tanya dev. “Belum yang mulia, Apa kita pakai kekuatan kita untuk menyembuhkan lukanya yah?”,ujar arsil. 

“Bodoh, jika kau lakukan itu bagaimana kita menjelaskanya saat dia tersadar nanti. Dia pasti kaget karna tak ada bekas luka yang tersisa”, ujar dev sedikit pelan agar wanita tersebut tidak mendengarnya. “Oh iya yah, bodohnya aku. Yang mulia memang junjungan yang sangat cerdas”, arsil terharu. “Tentu saja lah, mana mungkin aku bisa jadi raja iblis bila tidak genius, Hahaha”. Dev tertawa membanggakan dirinya sendiri.

“Kalo begitu, aku berangkat dulu”.

“Hati hati di jalan yang mulia”.

A'aah, hari ini saangat panas sekali. Dan aku hanya bisa membeli satu ice creem ini saja. Coba kekuatanku kembali yah. Gak perlu tuh buang duit cuma buat beli ice creem. Disaat raja iblis sedang melamun di taman sekolah meratapi nasibnya di dunia manusia, lalu datanglah para gerombolan berandalan sekolah yang dijuluki geng broky.

“Hoi, kau yang bernama dev kan?anak baru belagu, sok ganteng”.

“Ah, ya. Ada apa ya”, jawab dev dengan muka tengil.

Zebret, raja iblis pun ditendang oleh bos para berandalan itu. Anjir, gimana aku ngadepinya yah. Kalo iblis sama dedemin sih bisa aja dimusnahin sekaligus. Tapi kalo manusia, bisa gawat kalo ada yang tau siapa aku yang sebenarnya.

“Ngapain loh diem terus, modal ganteng doang. Ayo hadepin gue! Cupu, banci!”, caci bos brandalan itu.

Cupu, cupu, banci, banci loh!

“Apa? Cupu? banci lou bilang! Gue diam, nahan pukulan lo semua cuma gak mau cari masalah ya. Tapi mulut loh kaya sampah juga yah!”. Akhirnya dev tersulut amarah karna cacian mereka.

Catatan: raja iblis gak bisa nahan amarah kalo disebut cupu atau banci.

“Bangsat, jangan banyak cincong loh, hadapin kita!”, ujar ketua geng tersebut.

Raja iblis akhirnya terlibat perkelahian dengan para pembuat onar di sekolah. Dikarenakan tubuh manusianya dan lawanya yang manusia raja iblis jadi tak berdaya melawan banyak orang. Raja iblis dibuat terluka parah dengan memar-memar di sekujur tubuhnya. Hingga tak lama kemudian datanglah para guru dan penjaga sekolah.

“Hei kalian, apa yang kalian lakukan. Jangan lari, dasar anak anak nakal”, ujar salah satu satpam yang datang. “Kau tidak apa" dev?. oh Tuhan, kau berdarah sangat banyak dev. Cepat bawa dev ke UKS”. Dev akhirnya dibawa ke ruang perawatan sekolah saat itu juga. Mendengar dev terluka parah para siswa wanita sangat kawatir hingga seluruh lorong dekat ruang kesehatan dipenuhi oleh para siswa yang ingin melihat keadaan dirinya.

“Anoo, prince dev. Kau tidak apa-apa ? Tolong biarkan aku mengantar kau pulang”.

“Akh, curang. Aku juga ingin mengantar dev pulang juga. Boleh kan dev?”.

“Aku gak apa-apa kok semuanya, aku bisa pulang sendiri beneran. makasih ya atas perhatianya”, ujar dev sambil tersenyum.

“OMG, senyumnya manis banget”.

“Ahh, gantengnya nambah tuh”.

Sementara itu anak lelaki dikelas sangat iri pada dev karna merebut banyak perhatian anak perempuan dikelas. “Cih, so ganteng amat sih. Ya bener, masih untung masih selamet dipukuli gengnya broky”. “Apaan sih kalian, sirik aja”. “Yah benar. Dasar anak lelaki huuu”, serentak siswi perempuan membela dev. “Dev, hati hati dijalan yaa”. “Ya, Kalo gitu, aku pulang duluan yah semuanya”. Dikarenakan lukanya, dev izin pulang lebih awal.

Haah, dasar manusia tengik, beraninya mereka mengeroyok sang raja iblis yang agung. Mukaku jadi bonyok gini lagi, berkuranglah ketampananku. Akh, untung penyembuhanku cepat meski dalam bentuk manusia, gerutu dev dalam hatinya. Dia berjalan melewati gerbang sekolah pulang menuju kontrakan.

Tototok, “arsil buka pintunya”. “Baik yang mulia”, teret (arsil membuka pintu). Arsil pun terkaget dengan keadaan raja iblis yang penuh dengan luka. “Yang mu..lia a..apa yang terjadi? Kenapa bisa yang mulia terluka?.Biar saya bantu obati”, sreett wingsss. Arsil mengeluarkan kekuatannya untuk menyembuhkan dev dari luka-lukanya. “Akh, akhirnya lukaku pulih kembali”, ujar dev.

Catatan: kaum iblis tidak bisa menyembuhkan lukanya sendiri meski penyembuhan dalam tubuhnya lebih cepat.

“Yang mulia, siapa yang berani-beraninya melakukan ini kepada yang mulia?. Biar saya beri pelajaran! karna telah berani melukai raja iblis yang agung!”, ujar arsil geram. Arsil tampak marah dengan melihat raja iblis yang penuh dengan luka.

“Aah, tenanglah. mereka hanyalah manusia tak berguna, yang hobinya cari ribut doang. Aku sendiri saja masih bisa menghadapinya”, tutur dev santai.

“Lalu kenapa yang mulia bisa terluka hanya oleh seorang manusia saja?”, tanya arsil. “ah itu.. Mereka tidak sendiri, yah bisa dibilang mereka mengeroyokku”.

Kurang hajar, dasar para manusia hina! Berbuat curang dengan beraninya main keroyokan. Biar aku musnahkan mereka sekalian”. Mengetahui junjungannya dikeroyok arsil marah bukan main.

“Yah sudahlah, lagipula manusia yang beraninya keroyokan tidak selevel denganku. Aku justru kasihan pada mereka yang tidak tau sedang berhadapan dengan siapa. Beruntung aku ini dalam bentuk manusia jadi aku tahan saja semuanya. Mereka lemah bila sendiri makanya membuat kelompok untuk menghancurkan musuh yang mereka tidak sukai. Jadi tak usahlah dipikirkan, lain kali aku tak akan lengah lagi kok”.

Yah benar. Aku pasti akan menang dari geng broky itu. Pasti akan tiba saatnya aku bisa membalas mereka. Namun tidak sekarang ini tentunya, dev menyeringai dengan tatapan tajamnya.

“Yang mulia, memang bijaksana. Saya jadi semakin terharu”.

“Jadi bagaimana keadaan wanita itu?”. “Belum ada perkembangan yang mulia. Jika kita tidak menggunakan kekuatan kita untuk mengobati wanita itu maka dia tak akan pernah sadar”.“Huh, mau bagaimana lagi. Biar aku yang mengobati luka wanita itu”. 

Ah lukanya bisa separah ini yah, sreet wingss, dengan begini lukanya sudah sembuh semua. Sekarang tinggal menunggu dia tersadar saja.Wanita itu akhirnya mulai membuka matanya secara perlahan. “Fr fr frans, kau kah itu?”. Wanita itu terbangun langsung memeluk raja iblis sambil meneteskan air mata. “Syukurlah kau masih hidup frans. Aku pikir kau sudah mati dimangsa oleh para siluman saat bertugas”. “Tutunggu dulu hoy, aku bukan frans. Namaku dev dan jangan-jangan kau itu excorsis yah?”, tanya dev pada wanita itu. “kau ini bicara apa sih, bukankah kau juga sama frans”, jawab wanita itu. Raja iblis dan arsil pun terkaget dengan kenyataan wanita yang mereka tolong adalah seorang excorsis.

Catatan: excorsis adalah sebutan dari pembasmi iblis.

“Ngomong apaan sih, kamu frans. Bukankah kau juga excorsis sama seperti diriku”,ujar wanita itu. Ahh, aku sangat bahagia sekali bisa bertemu denganmu lagi frans. Kuharap kita bisa berjuang bersama lagi sebagai excorsis. Tanpa berhenti wanita itu terus mengoceh dan memeluk dev yang dikira temannya. Lantas dev melepaskan pelukan wanita tersebut dan menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia bukan teman yang dia maksudkan itu. “Tunggu sebentar, biar aku jelaskan dulu sebelum kau salah paham. Pertama namaku dev, Deveil van Louyer. Kedua aku bukan orang asli sini melainkan grennland dan ini rumah kontrakan yang sementara kami sewa. Laki-laki disebelahmu itu adalah kakakku arsil. Jadi hari ini baru pertama aku mengenalmu oke. Jadi aku ini bukan frans tapi dev, siswa kelas XII di finiks high school mengerti”, ujar dev menjelaskan dengan panjang lebar berusaha meyakinkan wanita tersebut. “Ohh, jadi kamu bukan frans, tapi bagaimana wajahmu mirip sekali. Serta aura dan baumu seperti tidak asing. Yah tentu saja excorsis tidak asing orang kita iblis. Untung kekuatanku hilang setengahnya yah. Jadi dia tidak bisa mendeteksi siapa diriku, ungkap dev dalam benaknya.

“Hei, kenapa kau diam saja”. Ucap wanita itu kebingungan. “Ah, tidak ko. Kau pasti salah orang, ya kan. Raja iblis dan jendral pun tertawa sambil berkeringat.

“Hahaha, iya bener dev, nona ini bisa saja yah”, tambah arsil berusaha meyakinkan wanita itu.

“Begitu kah, tapi aku tetap bingung. Yah, kau frans atau dev aku senang bisa melihat kau lagi. Kalo begitu aku harus pulang dulu. Aku tak mau terus merepotkan kalian”, ujarnya sembari beranjak dari tempat tidur. “Apa kau tidak apa-apa pulang sendiri? Ini sudah hampir malam loh”, tanya arsil sekedar basa basi. “Tak apa, aku kan bukan wanita biasa. Kalo begitu, aku pulang yah. Terimakasih atas bantuannya”. Akhirnya wanita itu pulang setelah dia merapihkan pakaiannya dan mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua.

“Akh, hampir saja jantungku mau copot gara-gara itu wanita”, dev. “Hah, untunglah dia sudah pulang ya, yang mulia” arsil menuangkan secangkir teh untuk dev. “Yah, tapi aku merasakan perasaan yang tidak enak. Sebaiknya kita mulai hati-hati untuk sekarang ini arsil”. “Baik yang mulia, sebaiknya kita jangan terlibat dengan orang-orang seperti mereka lagi”. “yah, kau benar”.

*****

Sudah tiga hari raja iblis tidak masuk sekolah dikarenakan kejadian pengeroyokan tempo hari lalu. Kini raja iblis akhirnya mulai masuk sekolah lagi.

“Ah masuk sekolah lagi, Malesin banget. padahal bisa izin gak masuk sampe seminggu kan arsil. Oh yah, kenapa kau juga ikut ke sekolah arsil. Jangan bilang kau mau ngasih pelajaran ke geng broky itu yah? Dan juga kenapa kau membawa buku dan tas segala”, dengan ekspresi bingung.

“Ah iya yah, saya belum memberi tau yang mulia. perihal saya menjadi guru magang di finiks high school mulai hari ini”.

“Apa? Kenapa tiba-tiba begini. Kapan kau terima tawaran itu?”.

“Jadi begini yang mulia, ketika saya sedang membeli obat untuk wanita tempo hari. Saya bertemu dengan kepala sekolah finiks high school. Ntah apa alasan sebenarnya, dia menawari saya sebagai guru magang di sekolah yang mulia”.

“Terus, kau mengajar apa?”, tanya dev sedikit penasaran.

 “Hehe, saya mengajar pelajaran olahraga yang mulia. Mungkin karena guru olahraga kelas XII sedang berada di rumah sakit karna kecelakan. Begitulah yang mulia ceritanya”.

“Oooh, begitu yah, yasudah bila memang begitu. Asal kau tidak menelantarkan tugas di rumah an lainnya saja sih”.

“Lagipula dengan saya bekerja di finiks high school saya bisa lebih leluasa pergi ke perpustakaanya yang mulia”, bisik arsil pelan.

“Lah, kenapa perpustakaan?”.

“Karena saya dengar di perpustakaan finiks banyak sekali buku kuno yang bisa kita baca. Saya harap sih di perpustakaan finiks nanti bisa menemukan apa yang kita cari yang mulia. Oleh karena itu saya terima tawaran dari bapak kepsek tempo hari”.

“Bagus arsil, kerjamu memang luar biasa”, mendengar alasan cemerlang arsil dev akhirnya memuji tindakannya itu.

“Benarkah yang mulia, senangnya mendapat pujian dari yang mulia”, ujar arsil tersenyum dengan bangga.

“Baiklah. Ayo kita bergegas ke sekolah arsil”.

“Baik yang mulia”.

Sekarang raja iblis dan jendral arsil pergi ke sekolah bersamaan. Bagaimanakah kelanjutan perjuangan mereka dalam mengembalikan kekuatan mereka?

Disisi lain disebuah desa para warga di kagetkan dengan fenomena aneh. 

Pada malam hari, dimana waktu para warga tertidur terdengar sebuah irama nyanyian dan tarian seseorang. Satu demi satu warga yang mencoba untuk melihat asal suara nyanyian dan tarian itu pun menghilang. “Nona angel kami mendapatkan informasi ada sekelompok iblis yang menculik para warga di sebuah desa. Anda diperintahkan untuk membasmi para iblis tersebut. Perintah tersebut diberikan langsung oleh jendral excorsis Justus”. “Kalau begitu, ceritakan detail tempat dan kejadiaannya”. 

Angel pun menuju tempat kejadian munculnya iblis tersebut. Sudah satu minggu angel berada didesa tersebut namun iblis pun tak kunjung muncul. “Akh, menyebalkan. Kenapa dia tidak kunjung muncul juga?”. Lalu angel pun bertanya detail kejadian terakhir penculikan para warga. Ternyata semua warga yang diculik merupakan para pemuda sedangkan wanita dan lelaki yang tua tidak dijadikan target penculikan. “Ahah, aku punya ide. Bila iblis itu hanya mencuri lelaki muda dan ganteng, kenapa aku tidak temui mereka saja”.

Sore hari tiba, raja iblis dan jendral arsil bergegas pulang menuju kontrakan mereka. Mereka pun terkejut dengan kedatangan seseorang yang duduk di teras depan rumah.

“Yang mulia, apa anda sekarang punya pacar?”.

“Hah, ngomong apaan sih kau arsil?”.

“Soalnya saya lihat ada wanita duduk didepan teras rumah kita”.

“Hah masa, ohh iya yah, melihat dari kejauhan. Tapi aku belum nerima cewe mana satupun buat jadi pacarku. Jadi gak mungkin kalo dia pacarku. Tapi mungkin dia hanya fansku, haha. Ada kemungkinan dengan ketampananku ini bisa saja dia mencari-cari alamatku hanya untuk bertemu denganku”.

Catatan: raja iblis sangat percaya diri sekali dengan ketampananya.

“Oh iya yah, mungkin di fansnya yang mulia. Hanya itu penjelasanya”.

“Betulkan itu, hehe”, raja iblis tersenyum-senyum.

“Tunggu dulu yang mulia, sepertinya saya kenal dengan wanita itu”.

“Oh ya, aku juga sepertinya pernah lihat. Tapi dimana ya?”.

Seketika raja iblis dan arsil pun terkejut.

"Dia wanita excorsis".

“Ahh, akhirnya kalian berdua pulang juga. Aku sampai bosan menunggu. Frans, aku sangat kangen sekali sama kamu. Kenapa lama banget pulangnya”, ujar wanita itu.

 “Udah berapa kali aku katakan, aku dev bukan frans. Dan juga terserah akulah pulang telat juga. Kenapa kau yang repot”, balas dev ketus.

“Oh iya maaf aku lupa, tapi kamu sangat mirip banget sama frans”. Sambil mendekatkan mukanya dengan muka raja iblis.

“Hoy, mukamu telalu dekat tau !”, seru dev kesal.

“Ahaha, jangan marah gitu lah. Aku kan hanya bercanda frans. Eh salah, dev maksudku”.

“Jadi nona ada keperluan apa datang kemari sore ini?”, tanya arsil. 

“Hah, nona. Oh iya yah aku belum memperkenalkan diri. Namaku angela serendina”, salam kenal.

“Yah, siapa juga yang mau tau namamu”. Ucap raja iblis dengan ketusnya.

“Kejamm, padahal aku kemari mau mengunjungimu loh dev..hmmm”, ujar angel.

“Oh iya angela, jadi ada apa ya?. Sampai kau datang kemari”, arsil.

“Panggil angel aja gak apa-apa kok. Dan juga arsil itu lebih ramah yah dari pada dev sayang sekali ya. Hatiku udah milik dev, meski arsil tak kalah tampan dari dev hehe”.

“Apa?”, raja iblis pun kaget dengan pernyataan angel.

Lagian siapa yang mau pacaran sama excorsis. Ucap arsil dalam hatinya.

“Jadi maksud kedatangan anda?”, ujar arsil formal.

Angel pun menceritakan maksud dan tujuanya datang menemui raja iblis dan arsil. Hingga beberapa saat kemudian mereka mengetahui maksud dan tujuan dari kedatanganya itu.

“Apaa, jadi maksudmu kau mau menjadikan kami umpan untuk memancing iblis itu keluar?. Hahh, jangan bercanda kau!”, ujar dev terkejut dengan apa yang didengarnya.

“Ahh, dev masa kau tak mau membantu wanita yang sedang kesusahan ini?. Hmm, berfikir sejenak. Yasudah bila kau menolak, aku terpaksa cari lelaki tampan lain saja yang mau membantuku”.

“Aaapa kau bilang? Lelaki tampan”. Setelah mendengar bahwa iblis tersebut hanya menculik lelaki tampan saja, raja iblis pun setuju membantu angel.

“Benarkah, jadi kau mau membantuku?. Senangnya, baiklah kalo begitu kita berangkat sekarang”. Raja iblis, arsil dan angel pun berangkat menuju tempat kejadian tersebut.

Sekarang pukul 23.55 dev, arsil, kalian tinggal diruangan ini oke. Ucap angel dengan tersenyum. “Tutunggu, kenapa kami dalam satu ruangan? Bisa gawat kan kalo kami berdua diculik iblis itu secara bersamaan”, ujar arsil. “Tenang aja, kalo kalian berdua dalam satu kamar. Kalian jadi bisa saling menjaga kan”. Jawab angel dengan santai. “Ahh, meski aku tak mengerti apa maksudmu Hemm baiklah”, ujar dev. “Kalo gitu aku akan ada di ruangan sebelah sembari berjaga okee”. “Yaa, okee”, jawab raja iblis dan arsil kompak. “Oh ya yang mulia, sebentar lagi pukul 00.00, Kira-kira apa yang akan terjadi ya?”. “Ntahlah, sepertinya akan menarik”, dev kemudian tersenyum seakan menantikan akan hal itu terjadi. “Kalo begitu yang mulia bisa gunakan kasurnya, biar saya tidur di kursi”. Selang beberapa lama jam sudah menunjukan pukul 00.00 dini hari. “Yang mulia, sudah tepat tengah malam”. Arsil pun panik.

Tepat pukul 00.00 tengah malam.

Deg, teng tong. Aaaaahhhhh aaaahhhh cecek cecek

Terdengar suara nyanyian dan tarian wanita. Aaaaahhhh ahhhhhhh cecek cecek

Seperti yang diperkirakan iblis itu datang ke kamar yang ada lelaki mudanya.

Raja iblis dan arsil pun berpura-pura terhipnotis oleh iblis tersebut. Mereka berjalan keluar mengikuti iblis itu. Angel yang pura-pura tidur lantas segera mengikuti mereka dari belakang. Sesampainya di tempat persembunyian iblis tersebut raja iblis dan arsil pun ditempatkan di sebuah ruangan dimana banyak lelaki muda disana. 

“Aaah, betapa tampannya kalian berdua ini. Hanya dengan melihat wajahnya saja aku jadi semakin bergairah. Malam ini aku main dengan siapa ya, aku jadi tidak sabar ahahaha”. Wanita iblis keluar mempersiapkan upacara untuk malam hari nanti.

“Hoi, arsil cepat bangun”. “Akh yang mulia, apa tidak kenapa-napa kita terbangun. “Li li lihat itu yang mulia, banyak sekali para pemuda disini”. “Yah, kau benar arsil. Kemungkinan mereka adalah para lelaki yang diculik dari berbagai desa. “Ya ampun, kenapa mereka tidak sadarkan diri begini ya. “ Mungkin mereka masih terkena hipnotis wanita itu. “Oh ya yang mulia sepertinya iblis wanita itu tidak asing ya”. “Ya, dia adalah iblis wanita yang selalu menggoda para pemuda untuk mendapatkan energi dari mereka. “Lalu apa yang harus kita lakukan yang mulia?”. “Ayo kita buat mereka sadarkan diri”. “Hah, bukankah bisa gawat kalo nanti mereka tersadar dan panik ada di tempat begini”. “Kau benar juga arsil. Kalo begitu kita tunggu angel sebentar. Tadi aku merasakan kehadiran angel yang sedang menuju kemari”. “Baik yang mulia”. Tak lama kemudian angel pun datang. “Ahh, ini dia tempat mereka ditahan”. Angel lantas membuka pintu tempat para lelaki di tahan. “Akhirnya kau datang juga angel. Lambat sekali kau. Bagaimana kalau aku kehilangan keperjakaanku nanti hah”. Gertak raja iblis berpura pura mereka berada dalam bahaya.Bagus yang mulia, dengan begitu dia tidak akan curiga kita bangsa iblis. Hehe, arsil tersenyum tipis dan berakting berpura-pura mereka sedang cemas.

“Ahh, maaf ya. Kalian berdua aman kan? Dan juga aku kan harus berhati-hati masuk kesarang musuh. Yang penting aku datang kan. Lagian bukanya kau suka bila bisa melayani iblis itu. Sepertinya dia cantik sekali”, ujar angel bercanda pada mereka berdua. “Hahh! Apa kau bilang dasar. Tak tau terima kasih kau ini”, dev sontak kesal mendengar perkataan angel tersebut. “Aaah, gitu aja marah. Becanda kali dev maaf yaa. Lagipula aku juga tak rela bila kau disentuh iblis itu” , balas angel tersenyum. “Hahh, ayo kita pergi! Sebelum dia kembali”. “Oh yaa. Aku akan menyadarkan mereka dahulu. Duhai Tuhan pelindung alam beri aku kekuatan sadarkanlah mereka yang terkena godaan sang iblis. Menghilanglah duhai aura jahat hiyaaat”. Diarahkanlah pedang angel ke arah para tawanan. Mereka segera tersadar. “Dimana aku? Hah, kenapa aku berpakaian seperti ini? Sisiapa kalian?”.

“Mohon tenang, saya excorsis yang ditugaskan membebaskan kalian dari tawanan iblis. Jika kalian ikuti jalan lurus dari sini maka kalian bisa keluar dari gua ini”.

“Terimakasih, nona excorsis”. Kemudian para tawanan pun berhasil diselamatkan. 

“Nah, selanjutnya aku hanya harus membasmi iblis wanita itu”, tutur angel mempersiapkan pedangnya. “Kau yakin, bisa melakukanya sendiri angel?”, tanya arsil. “Tak usah cemaskan aku. Sebaiknya kalian juga cepat lari”, jawabnya dengan tenang. “Ah, baiklah kalo begitu”. Akan tetapi sebelum raja iblis dan arsil hendak keluar dari ruangan tersebut iblis wanita itu sudah ada didepan mereka.

“Kurang hajar, siapa yang berani membebaskan para lelakiku. Ohh, rupanya kau wanita sialan!”. Wanita iblis itu pun berubah menjadi wujud raksasa. 

“Kalian berdua, tetaplah dibelakangku”. “Hoi apakah kau yakin? Dia cukup kuat loh”. Tanya raja iblis. “Kau tau, aku juga kuat loh”, sembri tersenyum penuh percaya diri.

Wahai cahaya yang terangi bumi, berikanlah aku kekuatan untuk hancurkan kegelapan. “Rasakan ini dasar manusia sialan huaaaaaa”. Iblis wanita pun langsung menyerang angel Dezig duar. “Luar biasa, ternyata angel kuat juga ya yang mulia”,arsil pun terkagum. “Yah, namanya juga excorsis”. 

Hiyaat, dengan penuh keberanian angel menebas iblis wanita itu hinga menghilang keberadaanya. “Hah, akirnya tugasku selesai juga. Angel pun menyimpan pedangnya kembali. “Wahh, ternyata kau boleh juga ya”, ujar dev bermaksud memuji. “Haha, kau baru tau dev. Bagaimana keren kan? Hehe”. “Ya lumayanlah”. “Ya benar, kau sungguh keren angel”. Arsil pun mengungkapkan kekagumanya. Hehe angel tersenyum, thank you arsil, untuk merayakan keberhasilanku, bagaimana kalo aku traktir kalian makan. “Hem, boleh juga, ujar dev dengan nada sok tidak tertarik. “Ya, dengan senang hati”,arsil. “Ayo kita pergi”, ... “Okee, ayooo Ah”, okelah. Mereka pun pergi untuk merayakan keberhasilan mereka membasmi iblis dan membebaskan para tawanan.

“Oh ya, yang mulia kenapa kita malah merayakan keberhasilan kita membunuh bangsa kita yang mulia? Padahal kita juga iblis loh.” Arsil bertanya dengan berbisik di telinga raja iblis.

“Iya juga sih. Yah aku hanya tak mau identitasku terbongkar saja oleh angel. Lagipula aku tak membutuhkan rakyat yang tidak menuruti peraturan yang aku buat. Bila mereka secara terang terangan memangsa manusia berarti mereka sudah tidak menganggapku raja bukan!. Oleh karena itu aku tak masalah dengan hal ini. Anggap saja mereka mendapatkan hukuman dari ketidakpatuhan mereka yang mengabaikan perintahku,” tutur dev.

“Kau mengerti arsil?”

“Baik yang mulia.” dengan suara pelan.

“Hey, kenapa kalian dari tadi berbisik terus sih?” tanya angel menengok kearah belakang.

“Ah, kau tak perlu tau lah. Masalah lelaki.”

“Haaah, kalian berdua ini aneh sekali yah. Yasudahlah kalo begitu. Aku pulang melewati jalan ini. Kalo begitu sampai berjumpa lagi,” ujar angel mengakhiri pertemuan mereka setelah keluar dari rumah makan.

“Yah, hati hati angel yaa,” arsil lantas melambaikan tangannya di perpisahan mereka di persimpangan jalan.

******

 

BEFORE                                                                                                                 NEXT CHAPTER IV

Entri yang Diunggulkan

Lirik lagu FREE OST KPOP DEMON Hunter's

  FREE LIRIK LAGU   I tried to hide but something brokel  I tried to sing, couldn't hit the notes The words kept catching in my throat I...